Nama : Tasya
Nadinda Putri
NPM : 17216310
Kelas : 1 EA 19
NPM : 17216310
Kelas : 1 EA 19
TOKOH INSPIRATIF YANG PERNAH MENGALAMI MASA SULIT
Andrie Wongso
Andrie Wongso (Wang Tjing Tjie) lahir
pada 6 Desember 1954 di Malang, Jawa Timur, Indonesia. Ia merupakan Anak ke-2
dari 3 bersaudara. Ia terlahir dari sebuah keluarga miskin di kota Malang.
Dan pada usianya yang ke 11 tahun (kelas 6 SD), ia terpaksa harus berhenti bersekolah dikarenakan sekolah mandarin tempat ia kecil bersekolah ditutup. Maka SDTT, TBS, ILB yang merupakan singkatan dari Sekolah Dasar Tidak Tamat,Tapi Bisa Sukses, Itu Luar Biasa merupakan gelar yang disandangnya saat ini. Masa kecil hingga remajanya pun dilaluinya dengan membantu orang tuanya membuat & berkeliling berjualan kue ke toko-toko & pasar.
Dan pada usianya yang ke 11 tahun (kelas 6 SD), ia terpaksa harus berhenti bersekolah dikarenakan sekolah mandarin tempat ia kecil bersekolah ditutup. Maka SDTT, TBS, ILB yang merupakan singkatan dari Sekolah Dasar Tidak Tamat,Tapi Bisa Sukses, Itu Luar Biasa merupakan gelar yang disandangnya saat ini. Masa kecil hingga remajanya pun dilaluinya dengan membantu orang tuanya membuat & berkeliling berjualan kue ke toko-toko & pasar.
Andrie Wongso selalu menceritakan masa
kecilnya yang sengsara di Malang. Anak kedua dari tiga bersaudara ini lahir
dari keluarga Tionghoa miskin. Ia tidak tamat sekolah dasar, putus kelas enam,
karena sekolah Tionghoa ditutup pemerintah Orde Baru. Tak putus asa, Andrie
kecil menjual kue-kue di pasar dan toko-toko di Malang.
"Saya tidak pernah malu karena saya
dan orang tua harus survive. Kalau nggak jualan ke pasar-pasar, kami makan
apa?" ujar Andrie Wongso di Surabaya beberapa waktu lalu.
Usia 22 tahun hijrah ke Jakarta karena
mendapat panggilan kerja sebagai seorang salesman di sebuah perusahaan sabun.
Pekerjaan sales ini cukup memberinya waktu lowong, yang diisinya dengan
berlatih kungfu. Kungfu bukan sekedar bela diri, namun juga mengandung
nilai-nilai kedisiplinan, tanggungjawab, komitmen, perjuangan dan kemauan
keras.
Nilai-nilai luhur ini semakin membentuk jati diri Andrie Wongso. Selain itu, ketegaran orang tua Andrie dalam menghadapi kemiskinan juga berperan besar dalam pembentukan karakter dirinya.
Nilai-nilai luhur ini semakin membentuk jati diri Andrie Wongso. Selain itu, ketegaran orang tua Andrie dalam menghadapi kemiskinan juga berperan besar dalam pembentukan karakter dirinya.
Ketika film-film kungfu Hongkong
mem-booming di tahun 70-an, hati Andrie muda tergelitik ingin menjadi seorang
bintang film. Untuk menggapai cita-cita ini, tahun 1978 Andrie berhenti bekerja
dan mulai mengirimkan lamaran ke perusahaan-perusahaan film di Hongkong. Namun
selama tiga bulan tak ada satu pun perusahaan film yang memanggilnya. Masa-masa
itu merupakan masa yang berat bagi Andrie muda. Ia mengalami tekanan mental
yang luar biasa.
Tekanan hidup yang dialaminya ternyata
tidak berhenti di situ saja. Pada saat bersamaan, salah satu orang tuanya
meninggal. Bukan hal yang mudah bagi kita untuk membayangkan, apalagi
menghadapi derita yang dialami Andrie Wongso. Andrie muda pulang ke Malang.
Pada tahun 1979 kembali ke Jakarta untuk mengadu nasib. Kali ini Andrie tampil
sebagai seorang pelayan toko yang hanya melayani pembeli tetapi tidak bisa
masuk ke dalam toko, alias setengah kuli.
Untuk mengisi waktu luang, Andrie muda
yang semakin beranjak dewasa mendirikan sebuah perguruan kungfu bernama Hap Kun
Do. Hingga akhirnya penghasilan dari melatih kungfu yang diperolehnya lebih
besar daripada gaji sebagai pelayan toko. Di sinilah kembali muncul impian
untuk menjadi bintang film. Andrie lalu keluar dari pekerjaannya dan berlatih
kungfu secara intensif selama dua minggu, kemudian mengirimkan foto dan surat
lamaran ke Hongkong. Sungguh malang nasibnya ternyata masih di tolak.
Tiga bulan hidup dengan tanpa
penghasilan bukan hal yang mudah untuk dilalui, sebab itu ia berusaha untuk
memotivasi diri sendiri. Dan tiga bulan kemudian, akhirnya ia berhasil dan
selama tiga tahun kemudian Andrie muda berhasil mewujudkan impiannya menjadi
bintang film di Taiwan, meski bukan sebagai aktor utama.
Setelah tiga tahun menekuni profesi
sebagai bintang film, Andrie kembali ke Indonesia dan mulai merintis jalan
sebagai seorang pengusaha pembuat kartu ucapan. Tahun 1985 lahirlah Harvest.
Pada awalnya bisnis ini tidak berjalan dengan mudah, berbagai macam penolakan
dan hambatan selalu menghampirinya. Dimulai dari penjualan kartu secara
keliling dari sebuah kamar kost, usaha tersebut berjalan sukses.
Hingga saat ini Harvest telah memiliki
beberapa perusahaan pendamping. Boleh dibilang Andrie Wongso sejak tahun 80-an
telah menjadi seorang motivator karena produk Harvest pada awalnya berupa kartu
berisikan ucapan motivasi yang kemudian berkembang menjadi produk-produk
inovatif lainnya. Tahun 1992 adalah momentum bagi Andrie Wongso untuk terjun
secara total dalam bidang motivasi.
Dalam bidang motivation training, Andrie
menggagas sebuah pemikiran filosofis Action and Wisdom Motivation Training.
Filosofi terkenal dari Andrie Wongso adalah “Success is My Right” yang lahir
delapan tahun yang lalu. Pelatihan yang diberikan Andrie Wongso kini sudah
merambah ke seluruh lapisan, baik perguruan tinggi, BUMN, perusahaan swasta,
atlet dan lain-lain.
"Masa, saya yang SD tidak tamat
saja bisa (sukses), lha wong kalian yang sarjana, tamat SMA, lahir dari
keluarga mampu, nggak sukses?" begitu kira-kira logika Pak Andrie. Maka,
berbahagialah orang yang miskin, sekolah rendah, tapi sukses!
Begitulah kisah sukses Andrie Wongso
seperti kisah sukses warga Tionghoa lain yang memulai usaha dari nol, jualan
kelontong, Andrie Wongso berkembang seperti sekarang. Jadi pembicara di
mana-mana. Termasuk menceramahi profesor doktor.
jadi hikmahnya bagi kita yang masih belum pernah menikmati apa itu kesuksesan, marilah kita nikmati kehidupan kita yang sekarang tapi tetap bergerak menuju impian kita masing-masing. Tuhan mungkin menunda tapi tidak menolak.
jadi hikmahnya bagi kita yang masih belum pernah menikmati apa itu kesuksesan, marilah kita nikmati kehidupan kita yang sekarang tapi tetap bergerak menuju impian kita masing-masing. Tuhan mungkin menunda tapi tidak menolak.
Masa' kalah sama yang tidak tamat SD.. :D
Daftar Pustaka
http://www.profillengkap.com/profil-dan-biografi-andrie-wongso/
http://ongoono.com/10-orang-sukses-di-indonesia-yang-berawal-dari-keluarga-miskin/
