namanya desya , gadis cantik di
SMA banyak yang naksir tapi tetep gak ingin pacaran sampai hari
perpisahan sekolah , seorang wakil ketua osis(mantan) , ia gadis paling
disiplin , sahabatnya Dylan dan jutek dengan cowo , seperti sekarang
mukanya kusut saat ini karena Dylan belum hadir
"Dylan kemana sih , udah jam
segini belum dateng, acara sudah dimulai bagaimana ini. " sambil
melihat jam hitam pemberian Dylan waktu ultah .
" kami persilahkan wakil osis
kita desya, " guru memanggilnya
desya menaiki panggung , dan ia
berpidato dengan santai namun sambil memperhatikan bangku Dylan yang belum juga
hadir.hampir 20 menit desya berbicara akhirnya Dylan menaiki panggung .
namanya Dylan , laki2 tampan yang
disukai wanita bedanya dengan desya , ia sering menerima tawaran kencan dari
cewe2 tetapi tidak pernah pacaran begitulah laki2 tampan bebas , hal buruk yang
sering ia lakukan adalah terlambat anehnya guru2 masih menyayanginya , karena
dia dan desya murid cerdas diSMAnya dan ia pun ketua osis jadi begitulah ..
" maaf saya terlambat , saya
senang sekali bisa bersekolah disini , saya bangga dengan bapak dan ibu yang
membantu mengajarkan saya ," ia melihat kearah desya lalu mengedipkan satu
mata , desya rasanya kesal sekali dengan kelakuan sahabatnya itu. semua guru
dan murid bertepuk tangan , lalu desya dan Dylan turun desya menginjak kaki
Dylan sambil menaikkan alis .
" sakit sya , kau ini
menyebalkan hah" katanya sambil mengusap kaki
" apa maksudmu datang terlambat
, ini acara perpisahan kau tahu itu kan ? dan setiap aku pidato kau tak pernah
hadir keterlaluan" desya berjalan menjauhi Dylan , lalu ia menghampiri
"maaf ya.. kau tau aku
melihatmu dari jauh , kau sangat lucu ini gambarnya " Dylan memperlihatkan
foto desya yang sedang tidak menarik .
" dyl disana ada bukit ,
ayo kita kesana " meskipun desya masih mendengus kesal fotonya tidak
dihapus. lalu mereka berlari kecil menaiki bukit .
dibukit terdapat bangku taman dan
didepanya ada air mancur kecil , mereka duduk sambil melihat pemandangan lalu
sesuatu terjadi Dylan memegang pundak desya jaraknya sangat dekat , dan disana
tidak ada orang , kebetulan lokasi perpisahannya dibukit , desya sedikit
canggung lalu ia mengeluarkan suara
"aada aapaa dyl?" suaranya
terbata-bata , Dylan hanya tersenyum
" apa kau masih memegang
prinsip waktu kita SMP, tentang sahabat tidak menjadi cinta ?"
sepertinya itu pertanyaan serius dari Dylan , desya kaget dan menelan
ludah susah sekali untuk bicara
" ah itu , iya lah , memangnya
kenapa apa kau jatuh cinta ? apa kau mempunyai sahabat dan jatuh cinta padanya
?" ia bertanya tanpa menatap Dylan, ia tidak mengerti apa yang ia
maksud
" oh begitu , ya sepertinya aku
akan mengatakan selamat datang cinta , kali ini aku jatuh cinta kau tak perlu
tau siapa dia haha" Dylan terkekeh heran
" haduh kau ini , kita kan
tidak punya pacar selama 12 tahun , dan kau ingin pacaran ? aku tidak ada teman
yang single dong " desya menggigit bibir pinknya .Dylan hanya tertawa
terbahak2 mereka terdiam beberapa menit lalu Dylan berbicara .
" aku punya berita penting ,
aku diterima diuniversitas ternama di Yogyakarta "ia memegang tangan desya
, namun desya hanya datar
" ah iya aku diterima
universitas yang sama denganmu , tetapi aku memilih universitas yang ada di
bandung " jelas desya yang sedikit murung karena harus berpisah .
" bagaimana kalau kau ikut
denganku , jangan memilih dibandung " Dylan membujuk
"tidak , aku sudah memilih
dibandung , tapi kita bertemu kan tiap tahun ?"
" entahlah , kuliah sangat
sempit waktunya akutidak yakin " Dylan memutar bola matanya , lalu desya
memegang pipinya
'harus banget ya kita pisah , ah
perasaan apa ini ' batin desya . lalu ia melepaskan kedua tangannya dari pipi
Dylan , desya memalingkan mukanya lalu Dylan memeluknya ia tersontak kaget , namun
ia membalas pelukan Dylan dengan hangat , dan Dylan melepaskan pelukannya dan
mengambil sesuatu disaku celana sebuah kotak coklat
" ini kalung buat kamu "
Dylan memberikan kalung matahari dan memakaikan ke "leher desya
. ia sangat deg2an saat itu
"dan ini gelang bulan untukku ,
kita sama2 suka ini kan ?" lanjutnya
"iya , ah dyl aku
merindukanmu nanti "
"aku lebih dari itu sya "
Dylan menjelaskan meskipun desya bingung.
"besok aku berangkat , kau
antar aku kebandara ya ?"
" apa ? cepat sekali uh baiklah"
desya cemberut
hujan turun membasahi bukit ,
rerumputan dan bau Tanah tercium , Dylan menarik tangan desya lalu berdansa ala
mereka "jangan lupakan hujan , ingatlah aku saat hujan turun
"dylan tersenyum dan ia memeluk desya . " ia aku bahagia banget meskipun
sedih dyl "
tahun kemudian ...
aku menunggu dan selalu menunggu ,
mengapa aku duduk ditaman ini , apa kalian tau siapa yang aku tunggu ?
ah ia datang menghampiriku sekarang
dengan muka polosnya aku berdiri
" kau lama sekali briana "
iya wanita ini sahabatku selain dylan yang sudah tak mengontak aku . mungkin
dia hanya memberikan omong kosong waktu itu .
" maaf aku lama nih , tadi aku
baru aja daftar " katanya terkekeh sambil memegang kertas
" daftar apa ? jangan bilang
aku .." belum sempat aku bicara briana mengatakan
"ah iya kau harus ikut ini seru
bakti sosial dikampus kita dan asiknya kita kerja sama dengan kampus lain ,
" briana selalu seperti itu tidak meminta pendapatku
"terserah kau saja , sepertinya
itu asik kapan dimulai ?"
"besok kan weekend , ayo temani
aku belanja "
" aku harus siap2 dan bilang ke
ibu dan ayahku " aku hanya beralasan aku malas berbelanja.
" kalungmu masih dipakai ?
" katanya yang tiba2 membuatku terkejutdan aku langsung melepaskan
kalungnya dan memasukkan ke tas
" sudahlah briana aku pulang
" aku langsung pergi briana masih cerewet dan aku tak peduli .
aku jadi terfikir sedang apa dia
saat ini , tapi aku harus melupakan
dylan
aku menunggu arga yang sangat lama ,
aku tau dia pasti bangun kesiangan .
aku melihatnya sambil terburu2
" mengapa kau terburu2 ?"
" aku tau kau akan marah ,
tenanglah aku ingin mengembalikan buku mu "
aku merasa tidak asing dengan buku
itu , tanpa ragu atau bertanya aku mengambilnya
"bagaimana dengan besok ?"
" tenang dyl ini bagian acara
kita , jadwal kita , apa kau yakin bisa mengatasi ini ?"
" kau tidak percaya denganku ?
menyebalkan "
"aku bergurau yasudah aku mau
pesan makanan dulu ya "
aku hanya mengangguk , dan
memperhatikan buku itu , lalu membuat tiap lembar kertas dan ya aku menemukan
gelang yang aku cari , kalau desya tau soal ini dia akan marah . kau sedang apa
desya aku merindukanmu .
author
desya sangat terburu2 karena
mengejar bus ," briana menyebalkan dia tidak menjemputku awas aja nanti
" batinnya
ia menaiki bus disana sudah ramai
dengan tempat duduk masing2 .
"kau menyebalkan ya tidak
menjemputk aku kan lupa " kata desya geram .
" biasanya kau tidak telat ,
apa kau menangis lagi haha" ia tertawa keras sampai orang dibus melihat
kearah mereka .
' briana tau saja aku sedih gara2
dylan '
" kalian bisa diam tidak .
jangan dilokasi kalian berisik seperti ini " ucap cowo galak
" iya kita tau , briana kau tau
siapa dia ?" desya menengok ke belakang alhasil tidak terlihat
" entahlah dri mahasiswa lain mungkin
"
"dasar cowo menyebalkan aku
tidak ingin bertemu dengannya!!" desya mengepalkan tangannya .
author
terdengar suara tepuk tangan para
mahasiswa dan mahasiswi karena mereka sudah sampai tujuan , perbukitan yang
indah diatas terdapat kabut walaupun sudah jam 9 pagi , mahasiswa dan mahasiswi
turun dari bus dan berbaris sesuai intruksi begitupun dengan desya dan briana
mengikuti arahan .
" ah kita seperti orientasi
saja harus pengarahan seperti ini " dengus desya kesal
" sudahlah mending kamu liat
cowo2 tampan dan imut itu " briana menunjuk kearah cowo itu .
" haha kau ini fokus ke bakti
sosial saana .. haha" mereka berdua tidak mendengarkan apa yang dikatakan
sang ketua acara sampai akhirnya perkenalan pun tiba .
" saya arga salam kenal ,"
ujar arga sambil tersenyum .
" wah sya .. dia tampan banget
gagah lagi walaupun pakai kacamata , limited edition ini " briana
terkekeh desya hanya menaikkan alis dan tidak mengubris
" dan saya ketua disini , nama
saya dylan dari universitas dijogja salam kenal semoga kalian menikmati baksos
ini ya buat menolong warga disini .. " dylan tersenyum cool bahkan
mahasiswi sampai memotret arga dan dylan lalu desya dan briana saling
menatap terkejut dan mendengar suara itu berasal
desya
aku yang sedang asik berbincang
dengan briana terkejut saat perkenalan denga sebutan 'dylan' , aku sama2
menoleh kearah suara itu . ya benar 'cowo brengsek itu' kataku dalam hati
" mengapa kau melamun hah? apa
benar dia yang sering kau bicarakan ?" tanya briana padaku , aku kesal bingung
" iya dia cowo yang telah
menyakitiku , sial mengapa aku bisa bertemu dengannya .." kataku berteriak
, nafasku seperti sesak . semua orang melihatku dengan tatapan aneh ya wajar
aku paling belakang tapi membuat heboh rombongan.
" ada apa dengannya ?
" " ia aneh " itulah kata2 yang mereka lontarkan padaku
" sudah jangan dipedulikan ,
hei wanita galak ada apa denganmu hah?" sepertinya itu cowo yang dekat
dengan dylan ,dia menghampiriku dan sekarang aku tidak melihat sosoknya( dylan)
, apa aku halusinasi .
"ah tak apa . lupakan saja ,
" kataku melengos tanpa menatapnya , hanya memberikan jempol
" maafkan ya kak , temanku
sedang temperamen " kata briana membelaku mungkin ?
" ah panggil arga saja .
yasudah kawan sebaiknya kita ke villa saja , ke kamar masing2 " ajak arga
dylan
ia ada dihadapanku , gadis yang
selama ini dipikiranku
" kau.. deesyaa" kataku
gugup
" ya , oh kau masih bisa
mengingat namaku ternyata, tak usah gugup itu bukan tingkahmu" deg
dia ngomong dengan nada tinggi dan sarkas , aku tau dia wajar bersikap seperti
ini .
"maaf tapi aku berusahha
mengkontakmu , mengapa kau menghilang " tanyaku berhati2
" bisakah kau berfikir sebelum
bicara , kau yang susah dikontak kau tidaak memiliki social media " dia
mendorongku
" menjauhlah dariku dyl ,
" ya kata2 itu membuatku lemas entahlah kita sama2 salah disini pertemuan
kita kurang baik , aku merundukannya yang dulu . ya dia sudah pergi
meningggalkan ku yang masih diam ,tanpa mengejarnya .
dylan
hari ini adalah hari terakhir acara
kami , kami mengadakan wall climbing , desya masih belum memaafkanku entahlah
apa yang harus aku lakukan sekarang ?.
lamunanku buyar karena arga
menyikutkuu dengan kasar
" kenapa sih lo?" tanyaku
kesal .
"sekarang giliiran lo yang
pembukaan , lo dari tadi gak dengerin gue ngomong?" arga menaikkan alisnya
.
ya arga benar , aku tidak
fokus untuk pembukaan , aku hanya fokus untuk melihat desya yang sedari tadi
tidak muncul
" sory semua saya ada urusan ,
beri saya waktu" begitulah kataku, dan langsung pergi .
aku masih bisa mendengar arga yang
teriak memanggilku , tapi aku tidak menggubrisnya. aku berlari kekamar desya
dan tidak ada orang disana lalu aku lari menjauhi keramaian.
" ah dasar cowo pengecut
aaaaaaa lebih baik aku disini dari pada melihatmu " aku mendengar suara
desya berteriak , berasal dari rumah pohon itu, aku berjalan perlahan
mendekati .
author
dylan menaikki anak tangga dengan
hati-hati , wajahnya memucat mungkin, karena ia takut ketinggian . sampailah ia
dirumah pohon tersebut , kaki dylan masih bergetar , keringat dingin mengucur
diwajahnya.desya hanya melihat lalu menoleh ke arah pemandangan, dylan
menghampirinya , mereka terdiam sejenak lalu desya menghela nafas berat .
"kau sedang apa disini?"
tanyanya parau .
" aku ingin bersamamu, aku
menaikki anak tangga untuk mencapai rumah pohon ini untuk bertemu
denganmu." tatapan dylan mengarah ke wajah desya , namu desya tetap tak
melihatnya
" siapa yang menyuruhmu naik ke
rumah pohon? lagi pula apa peduliku " katanya sarkas , dylan hanya menelan
ludah , dadanya sesak , entahlah mengapa ia merasakan hal itu mungkin karena
dylan sudah menyukainya.
"dan akhirnya seseorang yang aku cintai membenciku , karena sikapku
huh" gumam dylan dan ia menunduk ,ia menatap kedepan . dylan pikir
desya tidak mendengar ternyata ia mendengar dan raut wajah desya terlihat kaget
.
" kau selalu bergurau ,
terserah kau saja dyl" kata desya beranjak pergi dan turun .
untuk kedua kalinya dylan hanya
terdiam kaku , ia menintikan air mata . suhu dingin menusuk tubuhnya saat ini.
desya
aku menuruni anak tangga dengan
cepat , menghindari dylan yang masih diatas rumah pohon. aku bingung, terkejut,
mengapa dylan mengutarakan perasaannya disaat aku ingin melupakannya .
aku kembali ke kerumunan , briana
menemuiku
" kamu dari mana saja? acara
sudah ingin dimulai" ya briana mengkhawatirkan aku.
" em aku mencari udara segar
" kataku mengeles .
" memangnya disini udaranya
tidak segar " gumam briana , aku masih bisa mendengarnya .
" jangan lola dong ,
malu-maluin aku hahaha " aku menggodanya , ia terlihat jengkel.
aku melihat dylan sudah berada
diarea wall climbing , aku melihat ia sudah memasangkan alat-alat dipinggangnya
, aku heran bukankah ia takut ketinggian ? entahlah aku tidak mau
memikirkannya. dan aku melihat dylan menaiki wall climbing perlahan-lahan
, lalu ia berhasil semua mahasisiwi kagum melihatnya bahkan bertepuk tangan .
" aku mencintaimu desya , will
you be my girlfriend?" yap , dia baru saja mengutarakan perasaannya
kepadaku, ia sudah gila berteriak diatas lalu bertahap turun kebawah .
aku tidak menggubrisnya , meskipun
banyak mahasiswi melihat kearahku . terutama briana
"ah desya kau terima saja , iya
sweet banget " begitulah kata briana
aku memutar badanku dan tidak
melihat ia turun karena kau sudah muak melihat tingkahnya, entahlah mengapa
perasaanku tak enak
BRUG..
ya aku langsung menghampiri suara
seperti terjatuh , ya iu dylan sedang merintih kesakitan, tanpa basa basi aku
menghampirinya meskipun sangat sulit karena terhalang mahasisiwi tetapi, arga
membantuku .
aku menatapnya kesal, aku memegang
lengannya ia terluka kakinya pun seperti itu
arga memberikan kotak pertolongan pertama , aku membukanya
" kau diam saja , aku akan
memakai alkohol agar lukamu cepat kering " kataku yang fokus memegang
lengannya yang terluka, aku tidak berani menatap matanya.
" aw aw .. cs pelan-pelan , kau
tidak tega ya melihatku terluka ? aku tau kamu takut darah " uh dylan
menggodaku menyebalkan, masih untung aku mau mengobatinya
"yasudah urus dirimu sendiri ,
bocah " aku melepas lengannya dengan kasar , belum sempat aku berdiri ia
menggenggam tanganku erat lalu aku berlutut kembali .
" jangan tinggalkan aku okey ?
kau mau kan menjadi pacarku?" suaranya lemah , aku hanya diam , lalu ia
memelukku dengan erat .
" iya aku mau , berarti prinsip
kita bagaimana ? prinsip bahwa sahabat tidak bisa menjadi cinta bahkan pacaran
akan dihapus gitu ?" tanyaku bingung , masih dalam pelukannya . lalu dylan
membisikkan tepat ditelingaku .
" hey dear , kau tetap
sahabatku dan pacarku . tidak harus setelah putus jadi musuh, bahkan posisimu
tetap sebagai sahabat itulah namanya cinta sesungguhnya ". katanya lalu ia
lanjutkan
" dear , kau jangan memelukku
terlalu erat badanku masih sakit " timpalnya jelas wajah aku
langsung memerah
aku melepas pelukannya
,mahasiswi dan mahasiswa tersenyum mereka bertepuk tangan dan memberi
selamat , tidak tertinggal briana
"duh romantis banget sih
selamat ya yang udah jadian " ujar briana sambil merangkul arga ,tunggu?
mereka?
" kami juga resmi pacaran dong
," arga menjelaskan , aku menoleh ke dylan dan kita tertawa
terbahak-bahak.
" proses kalian cepat bung
" kataku sambil membantu dylan untuk berdiri .
"oke teman-teman sudah cukup
drama romancenya kita ke bus sekarangg " kata teman dylan yang terlihat
bete tapi senang .
" aku tidak menyangka sahabatku
menjadi kekasihku" kataku merangkul dylan , dan ia mencium keningku dengan
lembut.