Selasa, 18 Juni 2019

artikel tentang perspektif etika bidanis dalam ajaran islam dan ajaran barat



NAMA                        : TASYA NADINDA P
KELAS                       : 3EA19
NPM                           :  17216310
MATA KULIAH       : ETIKA BISNIS

1.      Buat artikel tentang perspektif etika bidanis dalam ajaran islam dan ajaran barat !
Jawab : Pengertian menurut para ahli terdapat 2 yang saya pilih :
a.      Menurut Velasquez
Etika bisnis adalah ilmu yeng khusus mengajarkan tentang moral benar dan salah yang berkonsentrasi pada standar moral yang diterapkan dalam kebijakan, institusi dan pelaku bisnis.
b.       Menurut Hilldan Jones
Etika bisnis adalah ilmu yang membedakan antara salah dan benar dengan tujuan untuk memberikan perbekalan pada pimpinan perusahaan saat mempertimbangkan untuk mengambil keputusan yang berhubungan dengan masalah moral yang kompleks.

ETIKA BISNIS DALAM PERSPEKTIF ISLAM

Berbagai Teori Etika Barat Dapat Dilihat Dari Sudut Pandang Islam, Sebagai Berikut:
a)      Teologi Utilitarian dalam islam adalah hak individu dan kelompok adalah penting dan tanggungjawab adalah hak perseorangan.
b)      Distributive Justice dalam islam adalah islam mengajarkan keadilan. Hal orang miskin berada pada harta orang kaya. Islam mengakui kerja dan perbedaan kepemilikan kekayaan.
c)      Deontologi dalam  islam adalah  niat baik tidak dapat  mengubah yang haram menjadi halal. Walaupun niat dan tujuan aslinya baik akan tetapi apabila caranya tidak baik maka tetap tidak baik.
d)     Eternal Law dalam  islam adalah Allah mewajibkan manusia untuk mempelajari dan membaca wahyu serta ciptaannya. Keduanya harus dilakukan dengan seimbang, islam mewajibkan manusia aktif dalam kegiatan duniawi yang berupa muamalah sebagai proses pensucian diri.
e)      Relativisme dalam islam adalah perbuatan manusia yang nilainya harus sesuai dengan tuntutan Al-Quran dan Hadist.
f)       Teori Hak dalam  islam  adalah  mengajurkan kebebasan memilih sesuai kepercayaannya dan menganjurkan keseimbangan. Kebebasan tanpa tanggungjawab tidak dapat diterima.

Berikut ini ada 5 ketentuan umum etika berisnis dalam islam :
1.      Kesatuan (tauhid/Unity
Dalam hal ini adalah bagaimana terefleksikan dalam konsep tauhid yang memadukan keseluruhan aspek-aspek kehidupan muslim baik dalam bidang ekonomi, politik dan sosial menjadi keseluruhan yang homogen serta mementingkan konsep dan keteraturan yang menyeluruh.
2.      Keseimbangan (Equilibrium/Adil)
Islam sangat menganjurkan untuk berbuat adil dalam berbisnis dan melarang berbuat curang atau berlaku dzalim.
3.      Kehendak Bebas (Free Will)
Kebebasan merupakan bagian penting dalam nilai etika bisnis islam, tetapi kebebasan itu tidak merugikan kepentingan kolektif.
4.      Tanggung Jawab (Responsibility)
Kebebasan tanpa batas adalah suatu hal yang mustahil dilakukan oleh manusia karena tidak menuntut adanya pertanggung jawaban dan akuntabilitas.
5.      Kebenaran
Kebajikan dan kejujuran kebenaran dalam konteks ini selain mengandung makna kebenaran lawan dari kesalahan, mengandung pula dua unsur yaitu kebajikan dan kejujuran.








ETIKA DALAM PERSEPEKTIF BARAT
Dalam sistem etika barat ini, ada tiga teori etika yang akan dibahas antara lain:
a.       Teologi
Teori yang dikembangkan oleh Jeremy Bentham dan John Stuart Mill ini mendasarkan pada dua konsep yaitu:
-          Konsep Utility (manfaat) yang kemudian disebut utilitarianisme. Artinya pengambilan keputusan etika yang ada pada konsep ini menggunakan pertimbangan manfaat terbesar bagi banyak pihak sebagai hasil akhirnya.
-                 Teori keadilan distribusi (Distributive Justice) dan keadilan yang berdasarkan pada konsep Fairness. Inti dari teori ini adalah perbuatan itu dinilai etis apabila menjunjung keadilan distribusi barang dan jada berdasarkan pada konsep Fairness. Yakni konsep yang memiliki niali dasar keadilan.
b.      Deontologi
Teori yang dikembangkan oleh Immanuel Kant  ini mengatakan bahwa keputusan moral harus berdasarkan aturan-aturan dan prinsip-prinsip universal, bukan “hasil” atau “konsekuensi” seperti yang ada dalam teori teologi. Dalam teori ini terdapat dua konsep, yaitu:
-          Teori Keutamaan (Virtue Ethics)
Dasar dari teori inibukanlah aturan atau prinsip yang secara universal benar atau dterima, akan tetapi apa yang paling baik bagi manusia untuk hidup.
-          Hukum Abadi (Eternal Law)
Dasar dari teori ini adalah bahwa perbuatan etis harus didasarkan pada ajaran kitab suci dan alam.
c.       Hybrid
Dalam teori ini terdapat lima teori, meliputi:
1.      Personal Libertarianism
Dikembangkan oleh Robert Nozick, Teori ini percaya bahwa  moralitas akan  tumbuh subur dari maksimalisasi kebebasan individu.
2.      Etichal Egoism
Dalam teori ini memaksimalisasi kepentingan individu dilakukan sesuai dengan keinginan individu yang bersangkutan. Kepentinagan ini bukan harus berupa barabg atau kekayaan, bisa juga berupa ketenaran, keluarga bahagia, pekerjaan yang baik atau apapun yang dianggap penting oleh pengambil keputusan.
3.      Existensialism
Tokoh yang mengembangkan teoori ini adalah Jean-Paul Sartre. Menurutnya, standar perilaku tidak dapat dirasionalkan. Tidak ada perbuatan yang benar-benar salah atau benar-benar benar atau sebaliknya.
4.      Relativism
Teori ini berpendapat bahwa etika itu bersifat relatif, jawaban etika itu tergantung dari situasinya. Setiap individu mempunyai kriteria sendiri-sendiri dan berbada setiap budaya dan negara.
5.      Teori Hak (Right)
Niali dasar yang dianut dalam teori ini adalah kebebasan. Perbuatan etis harus didasarkan pada hak individu terhadap kebebasan memilih. Setiap  individu memiliki hak moral yang tidak dapat ditawar.

Sumber            : http://desipratiwi12.blogspot.com/2017/04/perspektif-etika-bisnis-islam-vs-barat.html



Tidak ada komentar:

Posting Komentar