NAMA : TASYA NADINDA P
KELAS :
3EA19
NPM : 17216310
MATA
KULIAH : ETIKA BISNIS
1. Buat
artikel tentang perspektif etika bidanis dalam ajaran islam dan ajaran barat !
Jawab
: Pengertian menurut para ahli terdapat 2
yang saya pilih :
a.
Menurut Velasquez
Etika bisnis
adalah ilmu yeng khusus mengajarkan tentang moral benar dan salah yang
berkonsentrasi pada standar moral yang diterapkan dalam kebijakan, institusi
dan pelaku bisnis.
b.
Menurut Hilldan Jones
Etika bisnis
adalah ilmu yang membedakan antara salah dan benar dengan tujuan untuk
memberikan perbekalan pada pimpinan perusahaan saat mempertimbangkan untuk
mengambil keputusan yang berhubungan dengan masalah moral yang kompleks.
ETIKA BISNIS DALAM PERSPEKTIF ISLAM
Berbagai Teori Etika Barat Dapat Dilihat Dari Sudut
Pandang Islam, Sebagai Berikut:
a)
Teologi Utilitarian dalam islam adalah hak individu dan kelompok adalah penting
dan tanggungjawab adalah hak perseorangan.
b)
Distributive Justice dalam islam adalah islam mengajarkan keadilan. Hal orang
miskin berada pada harta orang kaya. Islam mengakui kerja dan perbedaan
kepemilikan kekayaan.
c)
Deontologi dalam
islam adalah niat baik tidak dapat mengubah yang haram menjadi halal.
Walaupun niat dan tujuan aslinya baik akan tetapi apabila caranya tidak baik
maka tetap tidak baik.
d)
Eternal Law dalam
islam adalah Allah mewajibkan manusia untuk
mempelajari dan membaca wahyu serta ciptaannya. Keduanya harus dilakukan dengan
seimbang, islam mewajibkan manusia aktif dalam kegiatan duniawi yang berupa
muamalah sebagai proses pensucian diri.
e)
Relativisme dalam islam adalah perbuatan manusia yang nilainya harus sesuai
dengan tuntutan
Al-Quran dan
Hadist.
f)
Teori Hak dalam
islam adalah mengajurkan kebebasan memilih sesuai
kepercayaannya dan menganjurkan keseimbangan. Kebebasan tanpa tanggungjawab
tidak dapat diterima.
Berikut ini ada 5 ketentuan umum etika berisnis dalam
islam :
1. Kesatuan
(tauhid/Unity
Dalam hal ini adalah bagaimana terefleksikan dalam konsep
tauhid yang memadukan keseluruhan aspek-aspek kehidupan muslim baik dalam bidang
ekonomi, politik dan sosial menjadi keseluruhan yang homogen serta mementingkan
konsep dan
keteraturan yang menyeluruh.
2.
Keseimbangan (Equilibrium/Adil)
Islam sangat menganjurkan untuk berbuat adil dalam
berbisnis dan melarang berbuat curang atau berlaku dzalim.
3.
Kehendak Bebas (Free Will)
Kebebasan merupakan bagian penting dalam nilai etika
bisnis islam, tetapi kebebasan itu tidak merugikan kepentingan kolektif.
4.
Tanggung Jawab (Responsibility)
Kebebasan tanpa batas adalah suatu hal yang mustahil
dilakukan oleh manusia karena tidak menuntut adanya pertanggung jawaban dan
akuntabilitas.
5.
Kebenaran
Kebajikan dan kejujuran kebenaran dalam konteks ini
selain mengandung makna kebenaran lawan dari kesalahan, mengandung pula dua unsur
yaitu kebajikan dan kejujuran.
ETIKA DALAM PERSEPEKTIF BARAT
Dalam sistem etika barat ini, ada tiga teori etika yang
akan dibahas antara lain:
a.
Teologi
Teori yang
dikembangkan oleh Jeremy Bentham dan John Stuart Mill ini mendasarkan pada dua
konsep yaitu:
-
Konsep Utility (manfaat) yang
kemudian disebut utilitarianisme. Artinya pengambilan keputusan etika yang ada
pada konsep ini menggunakan pertimbangan manfaat terbesar bagi banyak pihak
sebagai hasil akhirnya.
- Teori keadilan
distribusi (Distributive Justice) dan
keadilan yang berdasarkan pada konsep Fairness.
Inti dari teori ini adalah perbuatan itu dinilai etis apabila menjunjung
keadilan distribusi barang dan jada berdasarkan pada konsep Fairness. Yakni konsep yang memiliki
niali dasar keadilan.
b.
Deontologi
Teori yang
dikembangkan oleh Immanuel Kant ini mengatakan bahwa keputusan moral harus
berdasarkan aturan-aturan dan prinsip-prinsip universal, bukan “hasil” atau
“konsekuensi” seperti yang ada dalam teori teologi. Dalam teori ini terdapat
dua konsep, yaitu:
-
Teori Keutamaan (Virtue Ethics)
Dasar dari
teori inibukanlah aturan atau prinsip yang secara universal benar atau dterima,
akan tetapi apa yang paling baik bagi manusia untuk hidup.
-
Hukum Abadi (Eternal Law)
Dasar dari
teori ini adalah bahwa perbuatan etis harus didasarkan pada ajaran kitab suci
dan alam.
c.
Hybrid
Dalam teori ini
terdapat lima teori, meliputi:
1.
Personal Libertarianism
Dikembangkan
oleh Robert Nozick, Teori ini percaya bahwa
moralitas akan
tumbuh subur dari maksimalisasi kebebasan
individu.
2.
Etichal Egoism
Dalam teori ini
memaksimalisasi kepentingan individu dilakukan sesuai dengan keinginan individu
yang bersangkutan. Kepentinagan ini bukan harus berupa barabg atau kekayaan,
bisa juga berupa ketenaran, keluarga bahagia, pekerjaan yang baik atau apapun
yang dianggap penting oleh pengambil keputusan.
3.
Existensialism
Tokoh yang
mengembangkan teoori ini adalah Jean-Paul Sartre. Menurutnya, standar perilaku
tidak dapat dirasionalkan. Tidak ada perbuatan yang benar-benar salah atau
benar-benar benar atau sebaliknya.
4.
Relativism
Teori ini
berpendapat bahwa etika itu bersifat relatif, jawaban etika itu tergantung dari
situasinya. Setiap individu mempunyai kriteria sendiri-sendiri dan berbada
setiap budaya dan negara.
5.
Teori Hak (Right)
Niali dasar
yang dianut dalam teori ini adalah kebebasan. Perbuatan etis harus didasarkan
pada hak individu terhadap kebebasan memilih. Setiap individu memiliki hak moral yang tidak dapat
ditawar.
Sumber : http://desipratiwi12.blogspot.com/2017/04/perspektif-etika-bisnis-islam-vs-barat.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar