Rabu, 19 Juni 2019

cerpen seven second


Seven second (tujuh detik)
              by sya
Hari senin memang membuat malas untuk beraktivitas , terutama gadis yang berusia 17 tahun kelahiran 27 november ini , dia tidak beranjak dari tempat tidurnya , sampai Ibunya masuk ke kamar dan mencipratkan air ke anak gadis pemalas itu.
“anak gadis kok males banget sih , bangun sana bukannya kamu ospek ya ?” dia menggerakkan kaki gadis itu
“ 5 menit lagi bu “ ujarnya malas , namun beberapa saat kemudian dia tersadar dengan mata terbelalak “ aku telat huaaaaa” ia beranjak mandi dan mempersiapkan name tag ,ikat rambut pita dan tas karung kemudian pergi kekampus.
***
Sesampainya di classic university, kampus idaman semua orang dengan biaya yang tidaklah murah , gadis itu berjalan menelusuri area kampus dengan santainya , sampai ada seorang cewe yang menegurnya
“ udah puas belom liatnya ? LO GAK SADAR YA LO TELAT “ nadanya tinggi otomatis membuat mata gadis itu melihat ke arahnya dan menundukkan kepala
“ iya kak maaf , saya gak sadar tuh kalo telat” masih dengan cenge-ngesanya dia.
Langsunglah dibawa ke barisan yang telat , disana ada sekitar 10 orang yang telat gadis itu mengikuti senior itu .
“nah lo baris disini MILOVA LAVENA “ saat menyebut nama suara senior cewe itu sangatlah besar dan itulah nama gadis itu.
Semua orang saling bertatapan dengan milova dan ia merasa risih dan kesal atas tindakan senior yang menurutnya tak pantas melakukan itu hanya karna telat ‘awas aja tuh cewe bakal gue inget wajahnya sialan ! ‘ ujarnya dalam hati
“bagi yang telat harap cari daun yang tidak sobek lalu minta tanda tangan ke senior cowo bagi yang cewe dan senior cewe bagi yang cowo “ sambil menghela nafas . “ lalu ajak senior itu kesini “ lanjutnya lagi . banyak yang protes atas tindakan senior yang menghukumnya ini
Tanpa berfikir milova mencari daun yang sebaik mungkin, yang dia inginkan hanya ikut ospek tanpa perlu dihukum seperti ini . sesudah mencari daun ia mencari senior BEM yang terlihat sibuk mengajar anak ospek yang tidak telat, ini akan membuat sulit dan saat itu juga milova melihat ada senior cowo berdiri dan tangannya bersandar di balkon , ia langsung menghampiri cowo itu.
“kak, tolong tanda tanganin dong, penting banget “ milova langsung pada intinya dan tidak berbasa- basi  . cowo itu hanya menoleh dan melihat dari atas sampai bawah , lalu menggelengkan kepala.
“mahasiswa baru ya? Pasti telat ckck” nadanya datar dan tidak berekspresi, sontak milova kesal karena ia hanya membuang waktunya saja .
“menurut lo? Kalo lo gak mau juga gak masalah , gue harap gw gak natap lo lagi “ milova melangkah pergi , namun tertahan oleh tangan cowo itu yang tiba-tiba menarik ke dalam pelukannya , suasana menjadi canggung dan hati milova yang merasakan hal aneh .
“ hampir aja lo gak ketumpahan air , kasian kan temen gue udah berat-berat bawa “ ujarnya nada jutek, milova melepaskan pelukannya dan melihat sekitar, memang benar ada anak BEM sedang membawa ember yang berisi air yang penuh. Ia tidak menggubris ucapan cowok itu dan pergi.
***
Lapangan classic university
Semua orang membawa pasangan yang ditentukan sedangkan milova gagal , ia terlihat pasrah memasuki barisan , sekarang peserta ospek sudah digabung dengan peserta ospek yang telat .milova terlihat gelisah karena anggota BEM lebih banyak wanita .
“ kok lo gak bawa apa-apa sih, lo serius dating ospek ga sih? “ senior yang bernama Carla itu menegurnya dengan nada yang keras.
“serius kak tadi saya tuh udah minta sama senior tapi…” belum selesai bicara , daun yang dipegang milova diambil seseorang dan menandatanganinya, saat milova menoleh ia terkejut seorang cowo yang memeluknya tadi, tiba-tiba datang tanpa rasa bersalah berada didepan wajah milova , cowo itu tinggi, putih sedikit tampan dan  ia memakai kaos putih dan almameter.
Semua orang menoleh kearah milova dan cowo itu, beberapa ada yang heran dan seakan-akan dia adalah cowo popular.
“ loh kok tumben? Biasanya lo kan gak suka bantu adek kelas buat dapet tanda tangan “senior cewe yang memarahi milova benar-benar tidak berkutik. Dan cowo itu hanya diam saja dan tersenyum, bahkan tidak menggubris dan langsung memperkenalkan diri.
“ pagi semuanya , perkenalkan nama saya theo miccota dan saya ketua BEM “ semua terkejut begitupun milova yang masih belum bergerak dan menatatap theo .
‘pantesan aja belagu, ketua BEM ternyata , dan gue gak peduli tuh’ milova memutarkan bola matanya , terlihat jelas theo menatap milova intens .
Setelah pemberitahuan ketua BEM dan selesai ospek, banyak yang member tahu milova bahwa theo adalah orang yang dingin dan dia terkenal tidak mengajak bicara wanita begitu lama , dan milova tidak peduli dengan semua itu.


****
1 tahun setelah ospek …
Milova menjalani perkuliahan dengan lancar lalu mendapatkan sahabat bernama gita dan gina. Hari ini mereka ingin datang ke festival yang diadakan dikampusnya dan ada live music yang membuat mahasiswa dan mahasiswi tertarik untuk datang dan mengikuti kontes yang ada … salah satunya kontes “IF YOU WINK IN SEVEN SECOND YOU MUST DATING WITH HIM “ jadi di kontes ini siapapun yang berkedip sebelum 7 detik dia harus berkencan selama 1 minggu dan jika menang masing-masing mendapatkan hadiah smartphone .
“ ayo lov lo gue kasih tantangan buat ikut kontes itu “ujar gita bersemangat.
“gak mau ah… gue gak terbiasa buat ngobrol sama orang asing, kalo gak cocok males banget “ milova menghela nafas panjang yang artinya ia benar-benar tidak tertarik.
“lumayan dapet smartphone tuh katanya, coba aja dulu siapa tau ketemu kak theo “gina berbicara dengan nada mengejek milova , sontak ia menoleh dan mencubit pipi gina
“ buat apa sebut nama dia gak penting banget sih naaa” ia memutarkan bola matanya.
             Dan pada akhirnya ia ikut kontes karena tertarik dengan hadiahnya , lumayan kalo kata milova saat bersiap menaikki panggung mata milova ditutup scraf kecil berwarna merah, ia menaiki arah tangga diarahkan ke tengah panggung , sesudah sampai banyak orang yang berteriakan yang membuat milova bingung , saat membuka mata ia terkejut , sosok yang ia sama sekali tidak ingin bertatap sekalipun.
“ kampusnya padahal luas, tapi kenapa harus lo yang gue tatap”ujarnya malas dan ia melipat kedua tangannya di atas dada.
“ mungkin lo aja kali yang pengen liat gue “ujar theo santai, milova ingin turun dari panggung dan ditahan oleh theo “kalo lo pergi, lo bakal bayar denda , tau peraturannya kan?” lanjutnya lagi.
“inget ya gue natap lo karna ingin hadiah bukan mau dating.. kalo bisa lo jangan sampe kalah”milova menegaskan dan diakhiri dengan anggukan malas dari theo.
Dan akhirnya mereka bertatap dan pada detik ke enam theo bekedip dan membuat milova kesal , yang mau tidak mau harus berkencan dengannya. Hanya milova yang tidak tertarik dengan theo, karena sikapnya yang dingin dan menyebalkan.
*****
Di waktu yang berbeda….
Hari ini aku duduk bersama orang yang sudah membohongi milova selama bertahun-tahun , pintar banget dia haha
“suka sama ice creamnya? “ ucap dia sambil tersenyum kecil
“suka dong setidaknya tempat ini bukan tempat kenangan kamu sama “carla”
 “aku pengen cerita tentang kita dulu kamu mau dengarin aku ngomong gak?”” ujarku
“iya boleh aku suka masa2 bohongin kamu hehe “sambil memegang pipi milova yang tersenyum malu

Apa yang terjadi pada milova dan theo ?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar