Rabu, 19 Juni 2019

resep mudah sawi putih buatan rumah

Bahan-Bahan:
  • buah sawi putih (potong sesuai selera)
  • Minyak goreng (secukupnya)
  • 2 siung bawang putih (iris)
  • 4 siung bawang merah (iris)
  • 6 buah cabai rawit (iris)
  • Garam (secukupnya)
  • Air (secukupnya)
Cara Membuat
  1. Panaskan minyak, tumis bawang merah dan bawang putih hingga harum.
  2. Masukkan cabai rawit kemudian sawi putih. Aduk rata. 
  3. Tambahkan garam. 
  4. Masak hingga sayur sawi layu dan matang serta bumbu meresap masukkan air kurang lebih selama 10 menit, angkat jika tumis sawi sudah matang. 
  5. Sajikan selagi masih hangat.

RESEP mudah sosis tumis pedas

Bahan-Bahan:
  • 5 sosis sapi/ ayam potong potong setengah panjang
  • minyak goreng secukupnya
  • Garam
  • 1/2 bawang bombay potong dadu
  • 2 bawang putih cincang
  • 2 sendok makan saus cabai
  • 1 sendok teh gula pasir
  • 1/2 sendok teh lada putih bubuk
  • Sedikit  air
  • 4 cabai rawit iris ( sesuai selera)
 ·  Goreng sosis hingga merekah, tapi jaga agar sosis tidak terlalu kering. Angkat, lalu sisihkan.
·  tuang sedikit minyak goreng, lalu masukkan bawang bombay hingga layu dan matang. Setelah itu, masukkan semua bahan lainnya dan masak hingga mendidih.
·  Masukkan sosis ke dalam tumisan bahan lainnya. Masak selama sekitar 2 menit, lalu angkat dan sajikan.

Resep mudah kangkung



 Resep mudah kangkung

Bahan-Bahan:

1.       Bawang merah ukuran sedang (4 siung)
2.       Bawang putih (2 siung)
3.       Saus tiram (2 sdm)
4.       Kecap manis (3 sdm)
5.       Cabai merah (7 buah)
6.       Terasi (10 gram)
7.       Tomat (satu buah)
8.       Kangkung (satu ikat)
9.       Garam (½ sdm)

Cara membuat tumis kangkung saus tiram:

·         Tumbuk dan haluskan bawang merah, bawang putih, cabe merah.
·         Siapkan wajan dan tuangkan minyak ke dalamnya, panaskan.
·         Apabila sudah panas, masukan semua bumbu yang telah dihaluskan tadi.
·         Campurkan garam, penyedap rasa dan tomat yang sebelumnya sudah dipotong-potong.
·         Kemudian tumis sampai matang.
·         Beri sedikit air agar bumbunya meresap.
·         Lalu tambahkan saus tiram dan kecap manis. Masukan kangkung yang telah dibersihkan dan dipilih bagian pucuk dan daunnya.

cerpen by sya suddenly love (short version)

namanya desya , gadis cantik di SMA banyak yang naksir tapi tetep gak ingin pacaran sampai  hari perpisahan sekolah , seorang wakil ketua osis(mantan) , ia gadis paling disiplin , sahabatnya Dylan dan jutek dengan cowo , seperti sekarang mukanya kusut saat ini karena Dylan belum hadir
"Dylan kemana sih , udah jam segini belum dateng, acara sudah dimulai bagaimana ini. " sambil melihat jam hitam pemberian Dylan waktu ultah .
" kami persilahkan wakil osis kita desya, " guru memanggilnya
desya menaiki panggung , dan ia berpidato dengan santai namun sambil memperhatikan bangku Dylan yang belum juga hadir.hampir 20 menit desya berbicara akhirnya Dylan menaiki panggung .
namanya Dylan , laki2 tampan yang disukai wanita bedanya dengan desya , ia sering menerima tawaran kencan dari cewe2 tetapi tidak pernah pacaran begitulah laki2 tampan bebas , hal buruk yang sering ia lakukan adalah terlambat anehnya guru2 masih menyayanginya , karena dia dan desya murid cerdas diSMAnya dan ia pun ketua osis jadi begitulah ..
" maaf saya terlambat , saya senang sekali bisa bersekolah disini , saya bangga dengan bapak dan ibu yang membantu mengajarkan saya ," ia melihat kearah desya lalu mengedipkan satu mata , desya rasanya kesal sekali dengan kelakuan sahabatnya itu. semua guru dan murid bertepuk tangan , lalu desya dan Dylan turun desya menginjak kaki Dylan sambil menaikkan alis .
" sakit sya , kau ini menyebalkan hah" katanya sambil mengusap kaki
" apa maksudmu datang terlambat , ini acara perpisahan kau tahu itu kan ? dan setiap aku pidato kau tak pernah hadir keterlaluan" desya berjalan menjauhi Dylan , lalu ia menghampiri
"maaf ya.. kau tau aku melihatmu dari jauh , kau sangat lucu ini gambarnya " Dylan memperlihatkan foto desya yang sedang tidak menarik .
"  dyl disana ada bukit , ayo kita kesana " meskipun desya masih mendengus kesal fotonya tidak dihapus. lalu mereka berlari kecil menaiki bukit .
dibukit terdapat bangku taman dan didepanya ada air mancur kecil , mereka duduk sambil melihat pemandangan lalu sesuatu terjadi Dylan memegang pundak desya jaraknya sangat dekat , dan disana tidak ada orang , kebetulan lokasi perpisahannya dibukit , desya sedikit canggung lalu ia mengeluarkan suara
"aada aapaa dyl?" suaranya terbata-bata , Dylan hanya tersenyum
" apa kau masih memegang prinsip waktu kita SMP, tentang sahabat tidak menjadi cinta ?" sepertinya itu pertanyaan serius dari Dylan  , desya kaget dan menelan ludah susah sekali untuk bicara
" ah itu , iya lah , memangnya kenapa apa kau jatuh cinta ? apa kau mempunyai sahabat dan jatuh cinta padanya ?" ia bertanya tanpa menatap Dylan, ia tidak mengerti apa yang ia maksud 
" oh begitu , ya sepertinya aku akan mengatakan selamat datang cinta , kali ini aku jatuh cinta kau tak perlu tau siapa dia haha" Dylan terkekeh heran
" haduh kau ini , kita kan tidak punya pacar selama 12 tahun , dan kau ingin pacaran ? aku tidak ada teman yang single dong " desya menggigit bibir pinknya .Dylan hanya tertawa terbahak2 mereka terdiam beberapa menit lalu Dylan berbicara .
" aku punya berita penting , aku diterima diuniversitas ternama di Yogyakarta "ia memegang tangan desya , namun desya hanya datar
" ah iya aku diterima universitas yang sama denganmu , tetapi aku memilih universitas yang ada di bandung " jelas desya yang sedikit murung karena harus berpisah .
" bagaimana kalau kau ikut denganku , jangan memilih dibandung " Dylan membujuk
"tidak , aku sudah memilih dibandung , tapi kita bertemu kan tiap tahun ?"
" entahlah , kuliah sangat sempit waktunya akutidak yakin " Dylan memutar bola matanya , lalu desya memegang pipinya
'harus banget ya kita pisah , ah perasaan apa ini ' batin desya . lalu ia melepaskan kedua tangannya dari pipi Dylan , desya memalingkan mukanya lalu Dylan memeluknya ia tersontak kaget , namun ia membalas pelukan Dylan dengan hangat , dan Dylan melepaskan pelukannya dan mengambil sesuatu disaku celana sebuah kotak coklat
" ini kalung buat kamu " Dylan memberikan kalung matahari dan memakaikan ke "leher desya . ia sangat deg2an saat itu
"dan ini gelang bulan untukku , kita sama2 suka ini kan ?" lanjutnya
 "iya , ah dyl aku merindukanmu nanti "
"aku lebih dari itu sya " Dylan menjelaskan meskipun desya bingung.
"besok aku berangkat , kau antar aku kebandara ya ?"
" apa ? cepat sekali uh baiklah" desya cemberut
hujan turun membasahi bukit , rerumputan dan bau Tanah tercium , Dylan menarik tangan desya lalu berdansa ala mereka  "jangan lupakan hujan , ingatlah aku saat hujan turun "dylan tersenyum dan ia memeluk desya . " ia aku bahagia banget meskipun sedih dyl "

tahun kemudian ...

aku menunggu dan selalu menunggu , mengapa aku duduk ditaman ini , apa kalian tau siapa yang aku tunggu ?
ah ia datang menghampiriku sekarang dengan muka polosnya aku berdiri
" kau lama sekali briana " iya wanita ini sahabatku selain dylan yang sudah tak mengontak aku . mungkin dia hanya memberikan omong kosong waktu itu .
" maaf aku lama nih , tadi aku baru aja daftar " katanya terkekeh sambil memegang kertas
" daftar apa ? jangan bilang aku .." belum sempat aku bicara briana mengatakan
"ah iya kau harus ikut ini seru bakti sosial dikampus kita dan asiknya kita kerja sama dengan kampus lain , " briana selalu seperti itu tidak meminta pendapatku
"terserah kau saja , sepertinya itu asik kapan dimulai ?"
"besok kan weekend , ayo temani aku belanja "
" aku harus siap2 dan bilang ke ibu dan ayahku " aku hanya beralasan aku malas berbelanja.
" kalungmu masih dipakai ? " katanya yang tiba2 membuatku terkejutdan aku langsung melepaskan kalungnya dan memasukkan ke tas
" sudahlah briana aku pulang " aku langsung pergi briana masih cerewet dan aku tak peduli .
aku jadi terfikir sedang apa dia saat ini , tapi aku harus melupakan

dylan
aku menunggu arga yang sangat lama , aku tau dia pasti bangun kesiangan .
aku melihatnya sambil terburu2
" mengapa kau terburu2 ?"
" aku tau kau akan marah , tenanglah aku ingin mengembalikan buku mu "
aku merasa tidak asing dengan buku itu , tanpa ragu atau bertanya aku mengambilnya
"bagaimana dengan besok ?"
" tenang dyl ini bagian acara kita , jadwal kita , apa kau yakin bisa mengatasi ini ?"
" kau tidak percaya denganku ? menyebalkan "
"aku bergurau yasudah aku mau pesan makanan dulu ya "
aku hanya mengangguk , dan memperhatikan buku itu , lalu membuat tiap lembar kertas dan ya aku menemukan gelang yang aku cari , kalau desya tau soal ini dia akan marah . kau sedang apa desya aku merindukanmu .

author
desya sangat terburu2 karena mengejar bus ," briana menyebalkan dia tidak menjemputku awas aja nanti " batinnya
ia menaiki bus disana sudah ramai dengan tempat duduk masing2 .
"kau menyebalkan ya tidak menjemputk aku kan  lupa " kata desya geram .
" biasanya kau tidak telat , apa kau menangis lagi haha" ia tertawa keras sampai orang dibus melihat kearah mereka .
' briana tau saja aku sedih gara2 dylan '
" kalian bisa diam tidak . jangan dilokasi kalian berisik seperti ini " ucap cowo galak
" iya kita tau , briana kau tau siapa dia ?" desya menengok ke belakang alhasil tidak terlihat
" entahlah dri mahasiswa lain mungkin "
"dasar cowo menyebalkan aku tidak ingin bertemu dengannya!!" desya mengepalkan tangannya .
author
terdengar suara tepuk tangan para mahasiswa dan mahasiswi karena mereka sudah sampai tujuan , perbukitan yang indah diatas terdapat kabut walaupun sudah jam 9 pagi , mahasiswa dan mahasiswi turun dari bus dan berbaris sesuai intruksi begitupun dengan desya dan briana mengikuti arahan .

" ah kita seperti orientasi saja harus pengarahan seperti ini " dengus desya kesal
" sudahlah mending kamu liat cowo2 tampan dan imut itu " briana menunjuk kearah cowo itu .
" haha kau ini fokus ke bakti sosial saana .. haha" mereka berdua tidak mendengarkan apa yang dikatakan sang ketua acara sampai akhirnya perkenalan pun tiba .
" saya arga salam kenal ," ujar arga sambil tersenyum .
" wah sya .. dia tampan banget gagah lagi walaupun pakai kacamata , limited edition ini " briana terkekeh desya hanya menaikkan alis dan tidak mengubris
" dan saya ketua disini , nama saya dylan dari universitas dijogja salam kenal semoga kalian menikmati baksos ini ya buat menolong warga disini .. " dylan tersenyum cool bahkan mahasiswi sampai memotret arga dan dylan lalu desya  dan briana saling menatap terkejut dan mendengar suara itu berasal

desya
aku yang sedang asik berbincang dengan briana terkejut saat perkenalan denga sebutan 'dylan' , aku sama2 menoleh kearah suara itu . ya benar 'cowo brengsek itu' kataku dalam hati
" mengapa kau melamun hah? apa benar dia yang sering kau bicarakan ?" tanya briana padaku , aku kesal bingung
" iya dia cowo yang telah menyakitiku , sial mengapa aku bisa bertemu dengannya .." kataku berteriak , nafasku seperti sesak . semua orang melihatku dengan tatapan aneh ya wajar aku paling belakang tapi membuat heboh rombongan.

" ada apa dengannya ? "  " ia aneh " itulah kata2 yang mereka lontarkan padaku
" sudah jangan dipedulikan , hei wanita galak ada apa denganmu hah?" sepertinya itu cowo yang dekat dengan dylan ,dia menghampiriku dan sekarang aku tidak melihat sosoknya( dylan) , apa aku halusinasi .
"ah tak apa . lupakan saja , " kataku melengos tanpa menatapnya , hanya memberikan jempol
" maafkan ya kak , temanku sedang temperamen " kata briana membelaku mungkin ?
" ah panggil arga saja . yasudah kawan sebaiknya kita ke villa saja , ke kamar masing2 " ajak arga

dylan
ia ada dihadapanku , gadis yang selama ini dipikiranku
" kau.. deesyaa" kataku gugup
" ya , oh kau masih bisa mengingat namaku ternyata, tak usah gugup  itu bukan tingkahmu" deg dia ngomong dengan nada tinggi dan sarkas , aku tau dia wajar bersikap seperti ini .
"maaf tapi aku berusahha mengkontakmu , mengapa kau menghilang " tanyaku  berhati2
" bisakah kau berfikir sebelum bicara , kau yang susah dikontak kau tidaak memiliki social media " dia mendorongku
" menjauhlah dariku dyl , " ya kata2 itu membuatku lemas entahlah kita sama2 salah disini pertemuan kita kurang baik , aku merundukannya yang dulu . ya dia sudah pergi meningggalkan ku yang masih diam ,tanpa mengejarnya .
dylan
hari ini adalah hari terakhir acara kami , kami mengadakan wall climbing , desya masih belum memaafkanku entahlah apa yang harus aku lakukan sekarang ?.
lamunanku buyar karena arga menyikutkuu dengan kasar
" kenapa sih lo?" tanyaku kesal .
"sekarang giliiran lo yang pembukaan , lo dari tadi gak dengerin gue ngomong?" arga menaikkan alisnya .
ya arga benar , aku tidak  fokus untuk pembukaan , aku hanya fokus untuk melihat desya yang sedari tadi tidak muncul
" sory semua saya ada urusan , beri saya waktu" begitulah kataku, dan langsung pergi .
aku masih bisa mendengar arga yang teriak memanggilku , tapi aku tidak menggubrisnya. aku berlari kekamar desya dan tidak ada orang disana lalu aku lari menjauhi keramaian.
" ah dasar cowo pengecut aaaaaaa lebih baik aku disini dari pada melihatmu " aku mendengar suara desya  berteriak , berasal dari rumah pohon itu, aku berjalan perlahan mendekati .

author
dylan menaikki anak tangga dengan hati-hati , wajahnya memucat mungkin, karena ia takut ketinggian . sampailah ia dirumah pohon tersebut , kaki dylan masih bergetar , keringat dingin mengucur diwajahnya.desya hanya melihat lalu menoleh ke arah pemandangan, dylan menghampirinya , mereka terdiam sejenak lalu desya menghela nafas berat .
"kau sedang apa disini?" tanyanya parau .
" aku ingin bersamamu, aku menaikki anak tangga untuk mencapai rumah pohon ini untuk bertemu denganmu." tatapan dylan mengarah ke wajah desya , namu desya tetap tak melihatnya
" siapa yang menyuruhmu naik ke rumah pohon? lagi pula apa peduliku " katanya sarkas , dylan hanya menelan ludah , dadanya sesak , entahlah mengapa ia merasakan hal itu mungkin karena dylan sudah menyukainya.

"dan akhirnya seseorang yang aku cintai membenciku , karena sikapku huh" gumam dylan dan ia  menunduk ,ia menatap kedepan . dylan pikir desya tidak mendengar ternyata ia mendengar dan raut wajah desya terlihat kaget .
" kau selalu bergurau , terserah kau saja dyl" kata desya beranjak pergi dan turun .
untuk kedua kalinya dylan hanya terdiam kaku , ia menintikan air mata . suhu dingin menusuk tubuhnya saat ini.
desya
aku menuruni anak tangga dengan cepat , menghindari dylan yang masih diatas rumah pohon. aku bingung, terkejut, mengapa dylan mengutarakan perasaannya disaat aku ingin melupakannya .
aku kembali ke kerumunan , briana menemuiku
" kamu dari mana saja? acara sudah ingin dimulai" ya briana mengkhawatirkan aku.
" em aku mencari udara segar " kataku mengeles .
" memangnya disini udaranya tidak segar " gumam briana , aku masih bisa mendengarnya .
" jangan lola dong , malu-maluin aku hahaha " aku menggodanya , ia terlihat jengkel.
aku melihat dylan sudah berada diarea wall climbing , aku melihat ia sudah memasangkan alat-alat dipinggangnya , aku heran bukankah ia takut ketinggian ? entahlah aku tidak mau memikirkannya. dan aku melihat dylan menaiki wall  climbing perlahan-lahan , lalu ia berhasil semua mahasisiwi kagum melihatnya bahkan bertepuk tangan .
" aku mencintaimu desya , will you be my girlfriend?" yap , dia baru saja mengutarakan perasaannya kepadaku, ia sudah gila berteriak diatas lalu bertahap turun kebawah .
aku tidak menggubrisnya , meskipun banyak mahasiswi melihat kearahku . terutama briana
"ah desya kau terima saja , iya sweet banget " begitulah kata briana
aku memutar badanku dan tidak melihat ia turun karena kau sudah muak melihat tingkahnya, entahlah mengapa perasaanku tak enak
BRUG..
ya aku langsung menghampiri suara seperti terjatuh , ya iu dylan sedang merintih kesakitan, tanpa basa basi aku menghampirinya meskipun sangat sulit karena terhalang mahasisiwi tetapi, arga membantuku .
aku menatapnya kesal, aku memegang lengannya ia terluka kakinya pun seperti itu
 arga memberikan kotak pertolongan pertama , aku membukanya
" kau diam saja , aku akan memakai alkohol agar lukamu cepat kering " kataku yang fokus memegang lengannya yang terluka, aku tidak berani menatap matanya.
" aw aw .. cs pelan-pelan , kau tidak tega ya melihatku terluka ? aku tau kamu takut darah " uh dylan menggodaku menyebalkan, masih untung aku mau mengobatinya
"yasudah urus dirimu sendiri , bocah " aku melepas lengannya dengan kasar , belum sempat aku berdiri ia menggenggam tanganku erat lalu aku berlutut kembali .
" jangan tinggalkan aku okey ? kau mau kan menjadi pacarku?" suaranya lemah , aku hanya diam , lalu ia memelukku dengan erat .
" iya aku mau , berarti prinsip kita bagaimana ? prinsip bahwa sahabat tidak bisa menjadi cinta bahkan pacaran akan dihapus gitu ?" tanyaku bingung , masih dalam pelukannya . lalu dylan membisikkan tepat ditelingaku .
" hey dear , kau tetap sahabatku dan pacarku . tidak harus setelah putus jadi musuh, bahkan posisimu tetap sebagai sahabat itulah namanya cinta sesungguhnya ". katanya lalu ia lanjutkan
" dear , kau jangan memelukku terlalu erat badanku masih sakit "  timpalnya jelas  wajah aku langsung memerah
aku melepas pelukannya ,mahasiswi  dan mahasiswa tersenyum mereka bertepuk tangan dan memberi selamat , tidak tertinggal briana
"duh romantis banget sih selamat ya yang udah jadian " ujar briana sambil merangkul arga ,tunggu? mereka?
" kami juga resmi pacaran dong ," arga menjelaskan , aku menoleh ke dylan dan kita tertawa terbahak-bahak.
" proses kalian cepat bung " kataku sambil membantu dylan untuk berdiri .
"oke teman-teman sudah cukup drama romancenya kita ke bus sekarangg " kata teman dylan yang terlihat bete tapi senang .
" aku tidak menyangka sahabatku menjadi kekasihku" kataku merangkul dylan , dan ia mencium keningku dengan lembut.