Nama : Tasya Nadinda putri
Kelas :
1EA19
Npm :
17216310
Nama dosen : Bu Ramita Hapsari
Tema : Cinta kepada lawan jenis .
Stay…
Panas
di siang hari ini merasuki kulitku , aku masih di dalam perjalanan untuk ke
kantor Karena aku harus menghadiri rapat penting , namaku nadhira islamia , aku
seorang CEO disalah satu perusahaan arsitek terkenal , seperti biasa Jakarta
sangat macet dan hal ini membuatku semakin panik dan gugup . Tak peduli betapa
panasnya dan polusi yang membuat dadaku sesak , aku tetap berjalan meninggalkan
supir dan mobilku Karena aku tidak ingin terlambat , kantorku berjarak dekat
aku memaksakan untuk berjalan .
Kaki
ku terhenti saat tetesan air jatuh di pipiku , ku lihat awan berwana hitam pekat
yang artinya akan hujan , aku menghela nafas “ mengapa harus di saat seperti
ini ku pikir hari akan cerah , aku harus menelfon supirku “ kataku sambil
meraih ponsel di saku , belum sempat ingin bicara, hujan pun turun deras aku berlari dan terus
berlari , aku berhenti aku tersadar
berada di taman , sampai aku teringat akan seseorang yaitu
“
ayo nad, main ujan enak tau “ suara itu terdengar samar di telingaku , aku
terus diam tanpa sadar aku meneteskan air mata bersamaan dengan hujan turun .
“
ulurkan tanganmu nad “ kata-kata itu terasa menusuk hati , aku mulai ingat
bayangan di mataku dia adalah furqon alzagladi, pacarku saat 2 tahun lalu
###=flashback
story =
“ sumpah gue cape , ai lo jahat banget sama gue
“ aku memanyunkan bibirku dan sedikit
membungkukkan tubuhku .
“
plis , lo kan pacar gue , dan lo pasti suka ujan percaya deh “ kata cowo yang
aku panggil “ai” ini. Aku pasrah aku
hanya mengangguk kecil , mengikuti ai pergi entah kemana karna hujan deras saat
itu dan sampailah di sebuah taman kecil
, ia mengajakku menari , ia tahu cara membuatku tertawa hal kecil itulah yang
membuatku merasa nyaman didekatnya.
“dingin
ya .. pakai jaketku nih kebetulan ga basah
“ kata furqon sambil memakaikan jaket nya ke pundakku , sekarang kami
sedang di mobil dan kami sambil meminum segelas coklat panas .“ terima kasih ,
ternyata main ujan seru juga “ kata aku sambil tersenyum menggigil, ai
mengusapkan tangannya lalu menempelkan di pipiku , dan itu terasa hangat .
“
sekarang udah ga dingin kan , makasih ya udah mau main ujan sama aku “ aku
menghela nafas kasar , memang menyebalkan furqon mengajakku main ujan di saat
yang tidak tepat , namun sosok furqon yang bikin nyaman dan sedikit misterius
membuatku bertanya-tanya dengannya. “ aku juga senang “ kataku , lalu ai
memelukku
Kami
sudah pacaran selama 5 bulan ini baru pertama kalinya ia mengajakku berkencan
sambil bermain hujan , kami juga berbeda dengan orang pacaran lainnya , kami
lebih suka melakukan hal-hal unik , melihat bintang , ke bukit rahasia ,aku
diajarkan fotografi dan semuanya adalah ide furqon , aku bahagia dengannya ,
itu adalah pengalaman pertama bermain hujan .
Namun
pada suatu hari semua terasa berubah , tepat pada satu tahun ai sering bersikap
datar dan ia terlihat aneh , aku masih bingung dengannya , sampai suatu ketika
ia membentakku dan aku pun berantem dengannya , entahlah mengapa semua ini
berubah , namun ai tidak pernah mengatakan apapun , dan kadang pula ia
perhatian denganku .
“
tadaaa … aku suka banget ke kafe ini namanya white caffe kalau aku udah sukses
aku ingin membeli café ini dan aku akan persembahkan untukmu “ kata ai sambil
memegang datang kesini ? entahlah aku
tidak ingin banyak bicara .
Kami
meminum tiramisu coffe dan tiramisu cake, ini adalah makanan dan minuman
favoriteku , dan ai tidak pernah menyukai itu , namun hari ini ia memakan dan
meminum dengan nikmatnya.
“
lo sejak kapan suka ini ?” kataku sambil menunjuk tiramisu cake nya , hari ini
ai bersikap romantis, sebelum kami pergi ke café ini , ia memberikanku bunga
dan bintang-bintang ai memanyunkan bibirnya “ emang gaboleh kalau aku suka
tiramisu cake ,kalau kamu suka pasti aku bakal suka “ ia mencubit pipiku pelan
, aku mengerutkan dahi , aku tertawa kecil melihat tingkahnya seperti anak
kecil .
ia mengajakku ke pameran fotografi , disana
banyak foto-foto unik dan semuanya tentang nusantara dan olahraga namun ada
satu yang berbeda, aku melihat fotoku di sana sambil memejamkan mata menikmati
hujan , entahlah kaoan foto itu di ambil , saat membuka secarik kertas di ujung
gambar aku terkejut melihat nama fotografernya yaitu furqon alzagladi pacarku
,“itu awal gue suka sama lo nad “ ia membisikkan ditelingaku , aku menoleh dan
tersenyum , ai benar-benar misterius , aku memang menyadari bahwa foto itu saat
aku sendiri ,dan belum
mengenal ai .
Malamnya
ai mengajakku kerumahnya , dan memang ini adalah jadwal kami melihat bintang
dengan teleskop hari ulang tahunku .”bintangnya bagus ya hari ini “ kataku
sambil menatap bintang , ai memegang
tanganku erat tangannya terasa dingin , aku sedikit khawatir dengannya .”kenapa
? kamu sakit ?” kataku sambil memegang
dahinya , “ engga aku kan seneng banget kamu ada disini “ katanya sambil
merangkulku .
“ kamu jaga diri baik-baik ya “
katanya lagi disela-sela aku melihat bintang , aku menoleh sinis kepadanya . “
emang kenapa? Kamu mau kemana ?“ kataku mengerut dahi
“ aku mau ada misi rahasia dan
gak masuk kuliah selama seminggu , kamu jangan kangen ya hahaha” katanya yang
menjulirkan lidah , aku hanya memanyunkan bibirku . “ geer banget lo ai ahaha ,
“ gue tersenyum tipis , tak memikirkan kenapa ia ingin pergi , meskipun aku
sedih karena ia pergi selama seminggu untuk misi rahasia yang aku tak tahu
maksudnya apa .
10 hari kemudian...
Aku tidak tau bahwa ai tidak
ada kabar , aku bingung , kesal tak tahu harus apa , sampai malam hari kejadian
yang tak bisa aku bayangkan terjadi.
“ assalamualaikum “ suara itu
datang sambil mengetuk pintu , aku membuka pintu dan mendapati sahabat ai dan
kedua orang tuanya datang aku mempersilahkan duduk , aku tak tahu mengapa ai
tidak bersama keluarganya .
“ kamu mau ikut kerumah tante
kan “ kata mamanya ai sambil tersenyum kepadaku ,
“ baik tante saya ganti baju”
aku bergegas kekamar ganti baju dan kerumah ai .
Sampai di rumah ai , aku di suruh tunggu di kamar ai
bersama adiknya darren. saat aku memasuki kamarnya banyak foto-foto aku
bersamanya , aku sedikit terkejut dan terharu betapa ai menyayangiku , aku
sedikit melamun sampai adik ai bertanya padaku “ kaka suka bintang ya ?kaka
sayang kan sama kakakku ?” aku terdiam tidak mencerna kata-kata adik ai yang
begitu mengejutkan “ sayang dong , oh iya kamu suka permen gulali gak ? ini
untukmu “ kataku sambil mengulurkan permen , ia menerimanya maklum adik ai
masih kecil jadi ia menyukainya , tak lama kemudian mamanya ai datang dan kami
pergi ke suatu tempat yang aku tak tahu kenapa .
Aku mencium aroma ini , aroma yang tidak di sukai oleh ai
, aku menulusuri ruangan tersebut , dan melihat satu tempat yang aku sendiri
pun bingung , aku membuka pintu dan mendapati seseorang yang sedang tertidur
lemas , aku mendekati dan memastikkan siapakah dia saat aku melihat ai
terbaring lemah dengan infus ditangannya , keadaannya sanagt buruk tak ada
senyum yang menghiasi wajahnya .
“ ai kamu kenapa ?” aku tersadar bahwa aku menitikkan air
mata , aku menangis aku terkejut , aku meronta dan duduk dikursi rumah sakit ,
ai dirumah sakit .
“ kamu bohong , rahasia apa ?
jangan bohongin aku ai , lo pikir misi lo itu apa hah ? “ aku berbicara sendiri sedangkan sahabat ai
yaitu alex mengusap pundakku pelan “ udah nad , gue tau ini berat , selama
seminggu dia terapi “ aku tetap menangis , alex masih menenangkan ku bagaimana
aku harus sabar menghadapi bahwa seseorang yang misterius dan selalu membuatku
tertawa , terbaring lemah .
“ lo jahat gue benci sama lo “ aku memukul dadanya
lemah , aku tak kuat menghadapi semua ini ,aku berdiri “ ayo bangun ai , kan
gue udah bilang jangan main ujan , katanya lo benci rumah sakit , lo ngajak gue
bercanda gitu , gak lucu “ aku berjalan meninggalkan ruangan , aku teriak
didalam hati , kesal benci . ingin marah tapi aku pun terkejut
“ maafkan tante sayang , ia
suruh merahasiakan semuanya , keadaannya semakin kritis dan kami harus membawa
ke luar negri maafkan tante nad , demi kebaikkan ai ,itu pun kalau ai bisa
diselamatkan “ kata mama ai yang menangis lelah , aku pun diam dan menangis
sambil memeluk mamanya ai . setelah itu benar-benar ai pergi keluar negri ,
sekarang yang melindungiku adalah alex . aku hanya bisa menunggunya , aku yakin
ai pasti kembali .
Flashback off
Aku menungu sambil mendengarkan musik di cafe , menunggu hujan berhenti , bajuku basah kuyup , memang berat untuk duduk di white cafe, meskipun sudah 2 tahun tetapi rasanya tidak seperti membalikkan tangan , berkat dukungan alex aku bisa terlepas dari masa lalu begitu berat untuk ku lewati , namun sekarang aku sudah memberanikan diri untu memesan tiramisu cake dan tiramissu coffe .
" masih ingat kesukaan ai ?" kata pelayan sambil meletakkan 2 cangkir dimejaku , aku terkejut , aku tidak tahu suara ini familiar .
" ingat dong " aku spontan bicara dan menoleh ke suara berasal , wajah itu yang membuatku tertawa setiap hari , wajah yang tidak bisa aku lupakan .
" alex ya " kataku sambil memegang lengannya , dia sangat tinggi dan terhalang sinar lampu .
" gue disini " alex datang dengan senyuman geli , ia menertawakanku
" itu pemilik cafenya,dan lo kok ga kenal gue sih " lanjut alex sambil tertawa terbahak-bahak dan menunjuk cowo yang sedang aku pegang lengannya .
" lalu kamu ..." aku menoleh lalu berdiri .
" ai, kamu sembuh? aku percaya kamu pasti sembuh" suaraku sedikit parau , ia tersenyum dan mencium keningku , aku mendorongnya pelan , apakah aku salah liat , namun itu jelas ai
" aku menyayangimu dan tak akan lupakan cintamu " aku tersenyum saat ia bilang seperti itu aku memang yakin takdir alloh memang baik dan jodoh ga kemana
" so stay with me ya? " kata ai , aku hanya memanyunkan bibir dan mengangguk kecil
" ketika kamu putus asa , pasti alloh akan memberikanmu jalan .. tetaplah disini dan bersamaku " kata ai sambil mencium keningku dan semua pengunjung dan alex pun bertepuk tangan .
1 tahun kemudian , aku dan ai menikah dan kami memang saling menyanyangi
" i believe if i stay good destiny come to us"