Jumat, 04 November 2016

TUGAS ILMU BUDAYA DASAR 2

Nama : Tasya Nadinda putri
Kelas          : 1EA19
Npm  : 17216310
Nama dosen : Bu Ramita Hapsari
Tema : Cinta kepada lawan jenis .

                                                                                      Stay…

Panas di siang hari ini merasuki kulitku , aku masih di dalam perjalanan untuk ke kantor Karena aku harus menghadiri rapat penting , namaku nadhira islamia , aku seorang CEO disalah satu perusahaan arsitek terkenal , seperti biasa Jakarta sangat macet dan hal ini membuatku semakin panik dan gugup . Tak peduli betapa panasnya dan polusi yang membuat dadaku sesak , aku tetap berjalan meninggalkan supir dan mobilku Karena aku tidak ingin terlambat , kantorku berjarak dekat aku memaksakan untuk berjalan .
Kaki ku terhenti saat tetesan air jatuh di pipiku , ku lihat awan berwana hitam pekat yang artinya akan hujan , aku menghela nafas “ mengapa harus di saat seperti ini ku pikir hari akan cerah , aku harus menelfon supirku “ kataku sambil meraih ponsel di saku , belum sempat ingin bicara,  hujan pun turun deras aku berlari dan terus berlari , aku  berhenti aku tersadar berada di taman , sampai aku teringat akan seseorang yaitu
“ ayo nad, main ujan enak tau “ suara itu terdengar samar di telingaku , aku terus diam tanpa sadar aku meneteskan air mata bersamaan dengan hujan turun .
“ ulurkan tanganmu nad “ kata-kata itu terasa menusuk hati , aku mulai ingat bayangan di mataku dia adalah furqon alzagladi, pacarku saat 2 tahun lalu
###=flashback story =
“  sumpah gue cape , ai lo jahat banget sama gue “  aku memanyunkan bibirku dan sedikit membungkukkan tubuhku .
“ plis , lo kan pacar gue , dan lo pasti suka ujan percaya deh “ kata cowo yang aku panggil  “ai” ini. Aku pasrah aku hanya mengangguk kecil , mengikuti ai pergi entah kemana karna hujan deras saat itu  dan sampailah di sebuah taman kecil , ia mengajakku menari , ia tahu cara membuatku tertawa hal kecil itulah yang membuatku merasa nyaman didekatnya.
“dingin ya .. pakai jaketku nih kebetulan ga basah  “ kata furqon sambil memakaikan jaket nya ke pundakku , sekarang kami sedang di mobil dan kami sambil meminum segelas coklat panas .“ terima kasih , ternyata main ujan seru juga “ kata aku sambil tersenyum menggigil, ai mengusapkan tangannya lalu menempelkan di pipiku , dan itu terasa hangat .
“ sekarang udah ga dingin kan , makasih ya udah mau main ujan sama aku “ aku menghela nafas kasar , memang menyebalkan furqon mengajakku main ujan di saat yang tidak tepat , namun sosok furqon yang bikin nyaman dan sedikit misterius membuatku bertanya-tanya dengannya. “ aku juga senang “ kataku , lalu ai memelukku
Kami sudah pacaran selama 5 bulan ini baru pertama kalinya ia mengajakku berkencan sambil bermain hujan , kami juga berbeda dengan orang pacaran lainnya , kami lebih suka melakukan hal-hal unik , melihat bintang , ke bukit rahasia ,aku diajarkan fotografi dan semuanya adalah ide furqon , aku bahagia dengannya , itu adalah pengalaman pertama bermain hujan .
Namun pada suatu hari semua terasa berubah , tepat pada satu tahun ai sering bersikap datar dan ia terlihat aneh , aku masih bingung dengannya , sampai suatu ketika ia membentakku dan aku pun berantem dengannya , entahlah mengapa semua ini berubah , namun ai tidak pernah mengatakan apapun , dan kadang pula ia perhatian denganku .
“ tadaaa … aku suka banget ke kafe ini namanya white caffe kalau aku udah sukses aku ingin membeli café ini dan aku akan persembahkan untukmu “ kata ai sambil memegang  datang kesini ? entahlah aku tidak ingin banyak bicara .
Kami meminum tiramisu coffe dan tiramisu cake, ini adalah makanan dan minuman favoriteku , dan ai tidak pernah menyukai itu , namun hari ini ia memakan dan meminum dengan nikmatnya.
“ lo sejak kapan suka ini ?” kataku sambil menunjuk tiramisu cake nya , hari ini ai bersikap romantis, sebelum kami pergi ke café ini , ia memberikanku bunga dan bintang-bintang ai memanyunkan bibirnya “ emang gaboleh kalau aku suka tiramisu cake ,kalau kamu suka pasti aku bakal suka “ ia mencubit pipiku pelan , aku mengerutkan dahi , aku tertawa kecil melihat tingkahnya seperti anak kecil .
 ia mengajakku ke pameran fotografi , disana banyak foto-foto unik dan semuanya tentang nusantara dan olahraga namun ada satu yang berbeda, aku melihat fotoku di sana sambil memejamkan mata menikmati hujan , entahlah kaoan foto itu di ambil , saat membuka secarik kertas di ujung gambar aku terkejut melihat nama fotografernya yaitu furqon alzagladi pacarku ,“itu awal gue suka sama lo nad “ ia membisikkan ditelingaku , aku menoleh dan tersenyum , ai benar-benar misterius , aku memang menyadari bahwa foto itu saat aku sendiri ,dan belum mengenal ai .
Malamnya ai mengajakku kerumahnya , dan memang ini adalah jadwal kami melihat bintang dengan teleskop hari ulang tahunku .”bintangnya bagus ya hari ini “ kataku sambil menatap bintang ,  ai memegang tanganku erat tangannya terasa dingin , aku sedikit khawatir dengannya .”kenapa ? kamu sakit ?” kataku sambil memegang dahinya , “ engga aku kan seneng banget kamu ada disini “ katanya sambil merangkulku .
“ kamu jaga diri baik-baik ya “ katanya lagi disela-sela aku melihat bintang , aku menoleh sinis kepadanya . “ emang kenapa? Kamu mau kemana ?“ kataku mengerut dahi
“ aku mau ada misi rahasia dan gak masuk kuliah selama seminggu , kamu jangan kangen ya hahaha” katanya yang menjulirkan lidah , aku hanya memanyunkan bibirku . “ geer banget lo ai ahaha , “ gue tersenyum tipis , tak memikirkan kenapa ia ingin pergi , meskipun aku sedih karena ia pergi selama seminggu untuk misi rahasia yang aku tak tahu maksudnya apa .


            10 hari kemudian...

Aku tidak tau bahwa ai tidak ada kabar , aku bingung , kesal tak tahu harus apa , sampai malam hari kejadian yang tak bisa aku bayangkan terjadi.
“ assalamualaikum “ suara itu datang sambil mengetuk pintu , aku membuka pintu dan mendapati sahabat ai dan kedua orang tuanya datang aku mempersilahkan duduk , aku tak tahu mengapa ai tidak bersama keluarganya .
“ kamu mau ikut kerumah tante kan “ kata mamanya ai sambil tersenyum kepadaku ,
“ baik tante saya ganti baju” aku bergegas kekamar ganti baju dan kerumah ai .

            Sampai di rumah ai , aku di suruh tunggu di kamar ai bersama adiknya darren. saat aku memasuki kamarnya banyak foto-foto aku bersamanya , aku sedikit terkejut dan terharu betapa ai menyayangiku , aku sedikit melamun sampai adik ai bertanya padaku “ kaka suka bintang ya ?kaka sayang kan sama kakakku ?” aku terdiam tidak mencerna kata-kata adik ai yang begitu mengejutkan “ sayang dong , oh iya kamu suka permen gulali gak ? ini untukmu “ kataku sambil mengulurkan permen , ia menerimanya maklum adik ai masih kecil jadi ia menyukainya , tak lama kemudian mamanya ai datang dan kami pergi ke suatu tempat yang aku tak tahu kenapa .
            Aku mencium aroma ini , aroma yang tidak di sukai oleh ai , aku menulusuri ruangan tersebut , dan melihat satu tempat yang aku sendiri pun bingung , aku membuka pintu dan mendapati seseorang yang sedang tertidur lemas , aku mendekati dan memastikkan siapakah dia saat aku melihat ai terbaring lemah dengan infus ditangannya , keadaannya sanagt buruk tak ada senyum yang menghiasi wajahnya .
            “ ai kamu kenapa ?” aku tersadar bahwa aku menitikkan air mata , aku menangis aku terkejut , aku meronta dan duduk dikursi rumah sakit , ai dirumah sakit .
“ kamu bohong , rahasia apa ? jangan bohongin aku ai , lo pikir misi lo itu apa hah ? “  aku berbicara sendiri sedangkan sahabat ai yaitu alex mengusap pundakku pelan “ udah nad , gue tau ini berat , selama seminggu dia terapi “ aku tetap menangis , alex masih menenangkan ku bagaimana aku harus sabar menghadapi bahwa seseorang yang misterius dan selalu membuatku tertawa , terbaring lemah .

“ lo  jahat gue benci sama lo “ aku memukul dadanya lemah , aku tak kuat menghadapi semua ini ,aku berdiri “ ayo bangun ai , kan gue udah bilang jangan main ujan , katanya lo benci rumah sakit , lo ngajak gue bercanda gitu , gak lucu “ aku berjalan meninggalkan ruangan , aku teriak didalam hati , kesal benci . ingin marah tapi aku pun terkejut


“ maafkan tante sayang , ia suruh merahasiakan semuanya , keadaannya semakin kritis dan kami harus membawa ke luar negri maafkan tante nad , demi kebaikkan ai ,itu pun kalau ai bisa diselamatkan “ kata mama ai yang menangis lelah , aku pun diam dan menangis sambil memeluk mamanya ai . setelah itu benar-benar ai pergi keluar negri , sekarang yang melindungiku adalah alex . aku hanya bisa menunggunya , aku yakin ai pasti kembali .

Flashback off 

Aku menungu sambil mendengarkan musik di cafe , menunggu hujan berhenti , bajuku basah kuyup , memang berat untuk duduk di white cafe, meskipun sudah 2 tahun tetapi rasanya tidak seperti membalikkan tangan , berkat dukungan alex aku bisa terlepas dari masa lalu begitu berat untuk ku lewati , namun sekarang aku sudah memberanikan diri untu memesan tiramisu cake dan tiramissu coffe .

" masih ingat kesukaan ai ?" kata pelayan sambil meletakkan 2 cangkir dimejaku , aku terkejut , aku tidak tahu suara ini familiar .

" ingat dong " aku spontan bicara dan menoleh ke suara berasal , wajah itu yang membuatku tertawa setiap hari , wajah yang tidak bisa aku lupakan .

" alex ya " kataku sambil memegang lengannya , dia sangat tinggi dan terhalang sinar lampu .

" gue disini " alex datang dengan senyuman geli , ia menertawakanku 

" itu pemilik cafenya,dan lo kok ga kenal gue sih " lanjut alex sambil tertawa terbahak-bahak dan menunjuk cowo yang sedang aku pegang lengannya  .
" lalu kamu ..." aku menoleh lalu berdiri .

" ai, kamu sembuh? aku percaya kamu pasti sembuh" suaraku sedikit parau , ia tersenyum dan mencium keningku , aku mendorongnya pelan , apakah aku salah liat , namun itu jelas ai 

" aku menyayangimu dan tak akan lupakan cintamu " aku tersenyum saat ia bilang seperti itu aku memang yakin takdir alloh memang baik dan jodoh ga kemana 

" so stay with me ya? " kata ai , aku hanya memanyunkan bibir dan mengangguk kecil

" ketika kamu putus asa , pasti alloh akan memberikanmu jalan .. tetaplah disini dan bersamaku " kata ai sambil mencium keningku dan semua pengunjung dan alex pun bertepuk tangan .

1 tahun kemudian , aku dan ai menikah dan kami memang saling menyanyangi

" i believe if i stay good destiny come to us"