Senin, 01 Oktober 2018

EKONOMI KOPERASI


NAMA : TASYA NADINDA P
KELAS : 3EA19
NPM      : 17216310
MATKUL : EKONOMI KOPERASI
                                               
                                                            TUGAS SOFTSKILL










     



1.     Menceritakan sejarah Indonesia !

Sejarah Koperasi di Indonesia pada Masa Penjajahan Belanda

1.     Sejarah Koperasi di Indonesia Pada Tahun 1896 – 1908
Pada tahun 1896, R Aria Atmadja seorang Patih Pamong Praja mendirikan suatu Bank Simpanan untuk menolong para pegawai negeri yang terjerat tindakan dalam soal riba. Adapun karya dari beliau yang telah ia lakukan adalah :
– Mendirikan bank simpanan yang dia anjurkan untuk kemudian diubah menjadi koperasi.
– Dihidupkannya sistem Lumbung Desa untuk usaha penyimpanan padi rakyat pada musim panen, yaitu dikelola untuk menolong rakyat dengan cara memberikan pinjaman. Lumbung Desa ini nantinya akan ditingkatkan menjadi KKP (Koperasi Kredit Padi).

2. Sejarah Koperasi di Indonesia Pada Tahun 1908 – 1927
Sejarah Koperasi di Indonesia, pada tahun 1908 Boedi Oetomo mencoba memajukan koperasi-koperasi rumah tangga, koperasi toko, yang selanjutnya menjadi koperasi konsumsi kemudian menjadi koperasi batik. Gerakan Boedi Utomo pada tahun 1908 dengan dibantu oleh Serikat Islam inilah yang melahirkan koperasi pertama kali di Indonesia, koperasi ini bersamaan dengan lahirnya Gerakan Kebangkitan Nasional. Namun perkembangan koperasi pada waktu itu kurang memuaskan, karena adanya hambatan yang datang dari pemerintah Belanda. Agar perkembangan koperasi tidak makin meluas, pemerintah belanda pada tahun 1915 berusaha mengatur kehidupan koperasi dengan suatu Undang-undang.

3. Sejarah Koperasi di Indonesia Pada Tahun 1927 – 1942
Sejarah koperasi di Indonesia dengan keluarnya UU koperasi tahun 1927, selain koperasi-koperasi lama  maka bermunculanlah koperasi-koperasi lainnya seperti koperasi kredit, koperasi perikanan dan koperasi kerajinan. Akan tetapi koperasi ini mundur lagi karena mendapat saingan berat dari kaum pedagang yang mendapat fasilitas dari Pemerintah Belanda.
Selanjutnya pada tahun 1939 Jawatan koperal yang berada di bawah Departemen Ekonomi, diperluas ruang lingkupnya menjadi jawatan koperasi dan perdagangan dalam negeri. Hal ini disebabkan karena koperasi pada waktu itu belum mampu untuk mandiri, sehingga pemerintah penjajah Belanda ini menaruh perhatian dengan memberikan bimbingan, penyuluhan, pengarahan dan sebagainya tentang bagaiman cara koperasi dapat memperoleh barang dan memasarkan hasilnya..
 Sejarah Koperasi Di Indonesia Pada Masa Pendudukan Jepang
Sejarah Koperasi di Indonesia pada tahun 1942 sampai dengan 1945. Pada tahun 1942 peranan koperasi menjadi berubah lagi.. Koperasi-koperasi yang ada ini diubah menjadi Kumiai, yang berfungsi sebagai pengumpul barang untuk keperluan perang.
Pada masa ini, koperasi tidak mengalami perkembangan bahkan semakin hancur. Hal ini disebabkan karena adanya ketentuan dari penguasa Japang bahwa untuk mendirikan koperasi harus mendapatkan izin dari pemerintah setempat dan biasanya izin tersebut sangat dipersulit.

 Sejarah Koperasi Pada Masa Kemerdekaan
1. Sejarah Koperasi di Indonesia Pada Tahun 1945 – 1958
Sejak Indonesia merdeka pada tanggal 17 Agustus 1945 dan sehari kemudian UUD 1945 disahkan, maka bersamaan dengan itu juga timbul semangat baru untuk menggerakkan koperasi. Hal ini dikarenakan koperasi sudah mendapat landasan hukum yang kuat di dalam UUD 1945.
Pada tahun 1953, Gerakan Koperasi Indonesia mengadakan konggres kedua, di mana salah satu keputusannya ialah menetapkan dan menganggkat Muhammad Hatta sebagai bapak koperasi Indonesia. Kemudian pemerintah mengeluarkan UU koperasi Nomor 79 tahun 1958.

2. Sejarah Koperasi di Indonesia Pada Tahun 1958 – 1965
Dalam sejarah koperasi, sejak berlakunya UU No. 79 Tahun 1958 yang mendasarkan pada ketentuan pasal 38 UUDS 1950, koperasi semakin maju dan berkembang, serta tumbuh di mana-mana. Tetapi dengan diberlakukannya kembali UUD 1945 berdasarkan Dekrit Presiden pada tanggal 5 juli 1959, pemerintah kemudian mengeluarkan PP no. 60 tahun 1959 sebagai peraturan pelaksana dari UU No.79 Tahun 1958. Peraturan ini menentukan bahwa pemerintah bersikap sebagai pembina dan pengawas dalam perkembangan koperasi di Indonesia.
Perkembangan selanjutnya, pada tahun 1960 keluarlah Instruksi Presiden No. 2 Tahun 1960 yang isinya antara lain adalah menentukan bahwa untuk mendorong pertumbuhan Gerakan Koperasi harus ada kerja sama antara Jawatan Koperasi dengan masyarakat di dalam satu lembaga yang disebut Badan Penggerak Koperasi (Bapengkop).

3. Sejarah Koperasi di Indonesia pada Tahun 1966 Sampai Sekarang
Pemerintahan Orde baru bertekad untuk mengembalikan ctra koperasi sesuai dengan kehendak dari UUD 1945. Pada waktu itu terbentuklah Majelis Permusyawaratan Rakyat sementara (MPRS), di mana salah satu ketetapannya yang penting yaitu Tap MPRS No. XXIII/MPRS/1966 mengenai pembaharuan kebijaksanaan landasan ekonomi, keuangan dan pembangunan. Peranan koperasi dalam hal ini tercantum di dalam Bab V, Pasal 42 dan Pasal 43 Tap MPRS tersebut.
penting yang dihasilkan dalam Munas tersebut yaitu : (1) menolak dan membatalkan semua keputusan dan hasil Munas Koperasi lainnya, yang kemudian diselenggarakan pada tahun 1961 (Munas 1) dan Tahun 1965 (Munas 2), (2) Menyampaikan penghargaan dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada MPRS.
Selanjutnya pada tanggal 18 Desember 196 pemerintah orde baru membuat UU Koperasi No. 12 Tahun 1967 mengenai Pokok Pokok Koperasi. Dengan keluarnya UU ini, maka koperasi-koperasi yang ada pada waktu itu mulai ditertibkan, koperasi-koperasi yang tumbuh demikian mudah pada masa orde lama mulai ditertibkan. Jumlah koperasi pada akhir tahun 1967 telah mencapai 64000, di mana dari jumlah tersebut hanya 45000 yang berbadan hukum. Dengan adanya penertiban sesuai dengan UU NO.12 ini, maka pada akhir tahun 1968 jumlah koperasi yang ada tinggal 15000 koperasi dan koperasi ini sesuai dengan ketentuan dalam UU No. 12 Tahun 1967.
Pada Tahun 1978, Pemerintah mengeluarkan instruksi presiden No.2 Tahun 1978 mengenai Badan Usaha Unit Desa atau Koperasi Unit Desa (BUUD atau KUD). Pada permulaannya, Koperasi Unit Desa hanya mencakup koperasi desa, koperasi pertanian dan koperasi serba usaha di desa-desa. Kemudian KUD telah mampu mengembangkan usahanya ke bidang-bidang lain seperti bidang

2.     Jelaskan konsep dasar dari ekonomi koperasi !

Konsep Koperasi

1.             Konsep koperasi barat adalah konsep yang menjelaskan bahwa koperasi adalah organisasi swasta yang dibentuk secara sukarela oleh orang- orang yang mempunyai persamaan kepentingan, untuk mengurusi kepentingan anggotanya serta menciptakan keuntungan timbal balik bagi anggota koperasi . dengan tujuan yang sama dapat berpartisipasi untuk mendapatkan keuntungan dan menanggung resiko bersama.

2.             Konsep koperasi sosialis adalah konsep yang menjelaskan bahwa koperasi itu direncanakan dan dikendalikan oleh pemerintah dan dibentuk dengan tujuan merasionalkan produksi untuk menunjang perencanaan nasional. Konsep koperasi ini tidak berdiri sendiri melainkan merupakan subsistem dari sistem sosialis untuk mencapai tujuan sistem sosialis-komunis

3.             Konsep Negara berkembang adalah konsep yang menjelaskan bahwa koperasi ini sudah berkembang dengan ciri sendiri, yaitu dominasi campur tangan pemerintah dalam pembinaan dan pengembangan. Konsep ini bertujuan untuk meningkatkan kondisi sosial ekonomi anggotanya

3.     Jelaskan pengertian dari koperasi

A.    Berkaitan dengan UUD yang berlaku

Definisi menurut UU No. 25 / 1992
Koperasi adalah badan usaha yang beranggotakan orang-seorang atau badan hukum koperasi, askan kegiataannya berdasarkan prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasar atas azas kekeluargaan.   Dari beberapa pengertian diatas sehingga dapat kami simpulkan, bahwa Koperasi adalah suatu perkumpulan orang orang atau badan hukum yang tujuannya untuk kesejahteraan bersama dan didalam perkumpulan tersebut mengandung azas kekeluargaan yang saling bergotong royong dan tolong menolong diantara anggota koperasi
a.                                   Berkaitan dengan pakar.

Definisi menurut Arifinal Chaniago
Koperasi sebagai suatu perkumpulan  yang beranggotakan orang-orang atau badan hukum, yang memberikan kebebasan kepada anggota untuk masuk dan keluar, dengan bekerja sama secara kekeluargaan menjalankan usaha untuk mempertinggi kesejahteraan jasmaniah para anggotanya.

    Definisi menurut P.J.V. Dooren
There is no single definition (for coopertive) which is generally accepted, but the common principle is that cooperative union is an association of member, either personal or corporate, which have voluntarily come together in pursuit of a common economic objective. Jika diartikan ke dalam bahasa Indonesia berarti ”Tidak ada definisi tunggal (untuk coopertive) yang umumnya diterima, tetapi prinsip yang umum menjelaskan bahwa serikat koperasi adalah sebuah asosiasi anggota, baik pribadi atau perusahaan, yang telah secara sukarela datang bersama-sama dalam mengejar tujuan ekonomi umum”.
Definisi menurut Hatta ( Bapak Koperasi Indonesia )
Koperasi adalah usaha bersama untuk memperbaiki  nasib penghidupan ekonomi berdasarkan tolong-menolong. Semangat tolong menolong tersebut didorong oleh keinginan memberi jasa kepada kawan berdasarkan “seorang buat semua dan semua buat seorang”.
Definisi menurut Munkner
Koperasi sebagai organisasi tolong menolong yang menjalankan ‘urusniaga’ secara kumpulan, yang berazaskan konsep tolong-menolong. Aktivitas dalam urusniaga semata-mata bertujuan ekonomi, bukan sosial seperti yang dikandung gotong royong .
          Arti Koperasi Menurut KBBI
Pengertian koperasi menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) adalah perserikatan yang bertujuan memenuhi keperluan para anggotanya dengan cara menjual barang keperluan sehari-hari dengan harga murah dan tidak bermaksud mencari untung.
Ada 3 jenis-jenis koperasi menurut KBBI yang bisa didefinisikan yaitu :
  • Koperasi konsumsi yaitu koperasi yang menyediakan keperluan sehari-hari bagi anggotanya.
  • Koperasi produksi yaitu koperasi yang membuat barang dan dijual bersama-sama.
  • Koperasi simpan pinjam yaitu koperasi yang khusus bertujuan melayani atau mewajibkan anggotanya untuk menabung, di samping dapat memberikan pinjaman kepada anggotany

4.     Jelaskan tujuan dan manfaat dari koperasi !
Tujuan pembentukan koperasi:
a. Memajukan kesejahteraan anggota
b. Memajukan kesejahteraan masyarakat
c. Membangun tatanan ekonomi nasional
Manfaat yang paling utama adalah anggota dapat memenuhi kebutuhan hidupnya. Misalnya dengan adanya koperasi anggota dapat meminjam uang untuk modal usaha. 

Manfaat koperasi bagi anggota tidak hanya memenuhi kebutuhan anggota. Jika kita menjadi anggota sebuah koperasi maka kita akan  memperoleh manfaat lain yakni:
a. Pada akhir tahun setiap anggota mendapat keuntungan yang disebut Sisa Hasil Usaha (SHU)
b. Setiap anggota dapat berlatih berorganisasi dan bergotong royong
c. Setiap anggota dapat berlatih bertanggung jawab

5.     Jelaskan dampak positif dan negatif dari koperasi
a.     Dampak positif :
1. Masyarakat mampu mendapatkan modal usaha dengan lebil baik ketimbang meminjam di rentenir
2. Terjadi kesejahteraan umum karena mampu mendistribusi kemakmuran dengan lebih baik
3. Anggota mendapatkan imbalan yang sesuai dengan jasanya
4. Koperasi mampu meningkatkan aktifitas perekonomian di Indonesia

                b. Dampak negatif:
1. Tercipta pola ketergantungan yang tinggi antar anggota sehingga tidak mandiri
2. Pola pikir yang buruk di setiap anggota
3. Rentan adanya jurang pemisah antara si rajin dan si miskin
4. Masalah individu berpeluang mengacaukan jalannya operasi koperasi






DAFTAR PUSTAKA









Minggu, 21 Mei 2017

DIRECT AND INDIRECT SPEECH

nama       : tasya nadinda p
kelas       : 1ea 19
npm : 17216310
nama dosen   : aGUS NECHOLASE
Direct and indirect speech can be a source of confusion for English learners. Let's first define the terms, then look at how to talk about what someone said, and how to convert speech from direct to indirect or vice-versa.
You can answer the question What did he say? in two ways:
  • by repeating the words spoken (direct speech)
  • by reporting the words spoken (indirect or reported speech).
DIRECT SPEECH
Direct speech repeats, or quotes, the exact words spoken. When we use direct speech in writing, we place the words spoken between quotation marks (" ") and there is no change in these words. We may be reporting something that's being said NOW (for example a telephone conversation), or telling someone later about a previous conversation.
EXAMPLES
  • She says, "What time will you be home?"
  • She said, "What time will you be home?" and I said, "I don't know! "
  • "There's a fly in my soup!" screamed Simone.
  • John said, "There's an elephant outside the window."
INDIRECT SPEECH
Reported or indirect speech is usually used to talk about the past, so we normally change the tense of the words spoken. We use reporting verbs like 'say', 'tell', 'ask', and we may use the word 'that' to introduce the reported words. Inverted commas are not used.
She said, "I saw him." (direct speech) = She said that she had seen him. (indirect speech)
'That' may be omitted:
She told him that she was happy. = She told him she was happy.
'SAY' AND 'TELL'
Use 'say' when there is no indirect object:
He said that he was tired.
Always use 'tell' when you say who was being spoken to (i.e. with an indirect object):
He told me that he was tired.
'TALK' AND 'SPEAK'
Use these verbs to describe the action of communicating:
He talked to us.
She was speaking on the telephone.
Use these verbs with 'about' to refer to what was said:
He talked (to us) about his parents.
example:
Direct speech:
I told Jerry, “I can fix this computer soon”
Aku memberitahu Jerry, “Aku dapat memperbaiki computer ini segera”.
Indirect speech:
I told to him that I could fix this computer immediately.
Aku memberitahu dia bahwa aku bisa memperbaiki komputer ini segera.
Direct speech:
Marry told us, “I have to go now”
Marry memberitahu kami , “Aku harus pergi saat ini”
Indirect speech:
Marry told to us that she had to go then.
Marry memberitahu kami bahwa dia harus pergi saat itu.
Jika Verb di reporting sentence present maka verb di reported sentence tidak berubah
Direct speech:
John tells Anne “I will pick you up at seven o’clock tonight”
John memberitahu Anne, “Aku akan menjemputmu pada jam 7 malam malam ini.
Indirect speech:
John told to Anne that he will pick her up at seven o’clock tonight.
John memberitahu Anne bahwa dia akan menjemput dia jam 7 malam itu.

latihan soal :

1. Bayu said Yuni, “why are you so say now?”. What did Tina say to Eko …
a. Bayu said Yuni, why she is so sad now
b. Bayu said Yuni why you are so sad then
c. Bayu said Yuni why he is so sad then
d. Bayu said Yuni why he was so sad now
e. Bayu said Yuni why he was so sad then
Jawaban : E
Penjelasannya: karena dalam perubahannnya “TOBE   ysang berupa are” akan berubah menjadi “was (karena yang dituju untuk subjek Yuni= she)” dalam indirect speech, sedangkan subjeknya pada direct speech berupa “you” ditujukan untuk “Yuni= she” , keterangan waktu berupa “now” berubah menjadi “then”
2. Dinda said Hanif, “where are you when I come to your home?”. We know that
a. Dinda said Hanif where she were when she came to his home
b. Dinda said Hanif where she were when she had come to his home
c. Dinda said Hanif where she were when she came to her home
d. Dinda said Hanif where she were when she came to her home
e. Dinda said Hanif where she were when she had come to her home
Jawaban : A
Penjelasannya: karena dalam perubahannnya “tobe berupa were” akan berubah menjadi “could” dalam indirect speech, sedangkan subjeknya pada direct speech berupa “you” ditujukan untuk “Hanif=he” , pada subejk ke dua berupa “I” ditujukan untuk “dinda=she” dan untuk possessive adjective “your home” pengganti dari “Hanif’’s home=his home”
3.Asep asked Duwi, “when is your mom now ?”. We can conclude that
a. Asep asked Duwi when your mom was then
b. Asep asked Duwi when her mom was then
c. Asep asked Duwi when his mom was then
d. Asep asked Duwi when her mom was now
e. Asep asked Duwi when his mom was now
Jawaban : C
Penjelasannya: karena dalam perubahannnya “tobe berupa is” akan berubah menjadi “was (karena subjek yang dituju adalah your mom=she” dalam indirect speech, sedangkan subjeknya pada direct speech berupa “your mom=” dirubah menjadi “Asep’s mom=his mom”
4. Henny said Novi, “Which one is yours?”. We can conclude that
a. Hennny said Novi Which one was yours
b. Hennny said Novi Which one were yours
c. Hennny said Novi Which one were his
d. Hennny said Novi Which one was his
e. Hennny said Novi Which one is yours Jawaban : D
Penjelasannya: karena dalam perubahannnya “tobe berupa is ” akan berubah menjadi “was (karena subjek yang dituju adalah yours=his” dalam indirect speech, sedangkan subjeknya pada direct speech berupa “yours ditujukan untuk “kepunyaan laki-laki= his”,
5. Yumna said Fairuz , “when is she?”. We can conclude that
a. Yumna said Fairuz when she is
b. Yumna said Fairuz when She was
c. Yumna said Fairuz when She had been
d. Yumna said Fairuz when She should have been
e. Yumna said Fairuz when She been
Jawaban: E
Penjelasannya: karena dalam perubahannnya “tobe berupa is” akan berubah menjadi “was (karena subjek yang dituju she” dalam indirect speech.
daftar pustaka
HTTP://WWW.BELAJARBAHASAINGGRISKU.COM/2015/01/PULUHAN-CONTOH-KALIMAT-DIRECT-DAN-INDIRECT-SPEECH-BESERTA-ARTINYA.HTML
http://www.ef.com/english-resources/english-grammar/direct-and-indirect-speech/

ARTICLE QUESTION TAG

NAMA  : Tasya nadinda

kelas : 1ea19

npm   : 17216310
nama dosen   : Agus necholase

TAG QUESTIONS

WHAT IS A TAG QUESTION?

A tag question is a short question added to the end of a positive or negative statement.
For example:-
He is,
isn't he?
He does,
doesn't he?
He will,
won't he?
He can,
can't he?

 

HOW DO YOU FORM A TAG QUESTION?

Normally a positive statement is followed by a negative tag, and a negative statement is followed by a positive tag.
For example:-
+-
You're English,
aren't you?
-+
You're not German,
are you?

!The statement and the tag are always separated by a comma.

! Treat any statements with nothing, nobody etc like negative statements.
The verb in the statement should be the same tense as the verb in the tag.
For example:-
Present tense
| present tense
You are a good singer,aren't you?
Past tense
| past tense
You didn't go to work yesterday,did you?
Present perfect tense
present perfect tense
You have been to London,haven't you?

If the verb used in the statement is an auxiliary verb, then the verb used in the tag must match it. If a modal (can, could, will, should, etc.) is used in the statement, then the same modal is used in the tag part. If the statement doesn't use an auxilliary verb, then the auxiliary do is used in the tag part.
For example:-
Auxiliary verb!Note
She is from England,isn't she?
They aren't very nice,are they?
She doesn't like it here,does she?
Modal verb
You can sing,can't you?
They shouldn't do that,should they?
No auxiliary
He eats meat,doesn't he?(He does eat meat...)
He had a bath,didn't he?(He did have a bath...)
Nothing happened,did it?
(Nothing did happen...)

WHY DO WE USE TAG QUESTIONS?

A good question. Why can't we just ask a normal question? The answer is you can, but you can use tag questions to verify or check information that you think is true, or to check information that you aren't sure about. 
I'm sorry to say that sometimes we just use them for effect, when we are trying to be sarcastic, or to make a strong point. So be sure to use them with care.
We show the meaning of the tag question through intonation.
If the tag is a real question it has a rising intonation.

example


1. I wasn’t needed at the meeting, was I?
Saya tidak diperlukan pada pertemuan itu, bukan?
2. No one was sitting here, were they?
Tidak ada yang duduk di sini, bukan?
3. Michael Owen used to play for Liverpool, didn’t he?
Michael Owen bermain untuk Liverpool, bukan?
4. I had better follow the doctor’s advice, hadn’t I?
Saya sebaiknya mengikuti saran dokter, bukan?
5. The desserts were really terrible, weren’t they?
Makanan penutup yang benar-benar tidak enak, bukan?
6. That company went bankrupt in 1998, didn’t it?
Perusahaan tersebut bangkrut pada tahun 1998, bukan?
7. I don’t think you’d followed the instructions carefully, had you?
Saya tidak berpikir Anda akan mengikuti instruksi dengan seksama, bukan?
8. It got cold last night, didn’t it?
Tadi malam dingin, bukan?

9. I didn’t leave my umbrella here, did I?
Aku tidak meninggalkan payung di sini, bukan?

latihan soal:

  1. Father went to office late last day, ….?
  2. She wasn’t happy when he didn’t came to her house, …?
  3. They were learning Physics when we came last morning, …?
  4. I can do this faster, …?
  5. He could try again if he wanted to get more, …?
  6. I will be happy if you bring me many chocolates, …?
  7. Retna eats many fresh vegetables every night to her dinner, …?
  8. They shouldn’t play a lot if they want their task to be finished, …?
  9. Mia and I wanted to shop together last Friday night, …?
  10. He had many things to be sold, …?
  11. She has done her task since 8 a.m, …?


DAFTAR PUSTAKA 
https://www.learnenglish.de/grammar/tagquestions.html